Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Jelang Hari Raya Idul Adha Perbanyak Amalan dengan 3 Macam Puasa Sunnah, Berikut Niat Lengkap dan Keutamannya

Syahaamah Fikria • Jumat, 7 Juni 2024 | 02:48 WIB
Berdoa di waktu puasa Ramadhan bakal dilipatgandakan pahalanya. (Arief Budiman/Radar Solo)
Berdoa di waktu puasa Ramadhan bakal dilipatgandakan pahalanya. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Kurang lebih dari 10 hari, umat muslim akan merayakan Idul Adha 1445 H.

Yakni pada 10 Dzulhijah, atau tepatnya pada 17 Juni 2024.

Jelang Hari Raya Idul Adha, menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk makin meningkatkan amalan-amalan.

Termasuk di antaranya adalah puasa sunnah yang dikerjakan umat Islam, yang belum melaksanakan ibadah haji.

Ada tiga macam amalan puasa sunnah yang dijalankan umat Islam sebelum Hari Raya Idul Adha.

Berikut tiga macam puasa sunnah, lengkap dengan niat dan keutamaannya:

1. Puasa Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan mulia, di mana Nabi Muhammad SAW tak pernah meninggalkan untuk menjalankan puasa.

Puasa Dzulhijah bisa dilaksankan sebanyak sembilan hari pertama jelang tanggal 10 Dzulhijjah.

Mulai 1-9 Dzulhijjah. Atau untuk tahun ini dimulai pada 8-16 Juni.

Hal ini diterangkan dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud, di mana Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Rasulullah SAW dahulu berpuasa sembilan hari bulan Dzulhijjah dan hari Asyura, tiga hari pada setiap bulan, serta Senin dan Kamis pertama setiap bulan,” (HR. Abu Dawud).

Melalui hadis tersebut, Nabi Muhammad tak hanya melakukan puasa pada 9 Dzulhijjah saja.

Tapi juga telah menjalankan puasa mulai tanggal 1 Dzulhijjah.

Dalam hadis riwayat Abu Hurairah disebutkan, melaksanakan ibadah puasa sunnah di setiap sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah akan mendapatkan pahala layaknya puasa selama satu tahun penuh.

“Tidak ada hari-hari yang lebih Allah SWT sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar," (HR. At-Tirmidzi).

Bagi yang akan menjalankan puasa bulan Dzulhijjah ini, hendaknya membaca niat terlebih dahulu.

Niat puasa bulan Dzulhijjah bisa dibaca setelah Maghrib hingga menjelang terbitnya fajar.

Berikut bacaan niat puasa bulan Dzulhijjah:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya:

“Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta’ala.”

2. Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah.

Di mana para umat muslim yang beribadah haji mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan wukuf di Arafah.

Dilansir dari NU Online, umat Islam yang menjalankan puasa Tarwiyah akan mendapat ganjaran, yaitu Allah SWT menghapus dosa-dosanya selama setahun.

Hal ini merujuk pada hadis riwayat yang mempunyai arti “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa Arafah dapat menghapus dosa dua tahun,” (HR. Abus Syaikh Al-Ishfahani dan Ibnun Najjar).

Namun, banyak ahli hadis yang mempersoalkan kesahihan hadis tersebut, karena periwayat hadisnya dinilai kurang kuat.

Meski demikian, sebagian ulama berpendapat memperbolehkan mengamalkan puasa sunah sesuai hadis tersebut.

Tak lain agar tetap mendapatkan keutamaan mengamalkan puasanya.

Adapun niat untuk menjalankan puasa Tarwiyah ini, sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hadza yaumi’an ada’in tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya:

“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’ala.”

3. Puasa Arafah

Puasa Arafah merupakan puasa yang dilaksanakan satu hari sebelum Idul Adha, atau pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Untuk tahun ini, umat Islam akan menjalankan puasa Arafah pada Minggu, 16 Juni 2024.

Puasa Arafah mempunyai keutamaan, menghapus dosa dua tahun. Yakni satu tahun yang lalu dan yang akan datang.

Hal ini sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW:

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).

Seperti ibadah lainnya, dalam menunaikan puasa Arafah, umat muslim diwajibkan membaca niat.

Niat puasa Arafah ini dibaca sehari sebelum puasa atau Sabtu, 15 Juni 2024, sejak terbenamnya matahari hingga Minggu, 16 Juni 2024 pada saat terbit fajar.

Berikut bacaan niat puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:

“Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.” (ria)

 

 

Editor : Syahaamah Fikria
#puasa #haji #puasa arafah #idul adha #puasa tarwiyah #puasa dzulhijjah #puasa sunnah