RADARSOLO.COM - Sekitar tiga hari lagi, umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriyah.
Namun, sehari sebelum Idul Adha, umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan puasa Arafah.
Terutama bagi muslim yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.
Jadwal Puasa Arafah
Pemerintah telah menetapkan 10 Dzulhijjah 1445 atau Hari Raya Idul Adha tahun 2024 ini jatuh pada Senin, 17 Juni 2024.
Sehingga umat Islam akan menjalankan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah yang jatuh pada Minggu, 16 Juni 2024.
Niat Puasa Arafah
Sebelum melaksanakan puasa Arafah, diwajibkan untuk membaca niat.
Niat puasa sunnah Arafah ini bisa dibaca pada Sabtu (15/6) malam, sejak terbenamnya matahari hingga Minggu (16/6) pada saat terbit fajar.
Berikut bacaan niat puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.”
Lupa Membaca Niat
Bagaimana jika ada yang lupa membaca niat hingga terbit fajar?
Seseorang itu tetap bisa menjalankan puasa Arafah. Asal, selama lupa membaca niat, yang bersangkutan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Selanjutnya, tetap membaca niat dan boleh dilakukan hingga menjelang tergelincirnya matahari.
Berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya:
Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah ta’âlâ.
Keutamaan Puasa Arafah
Meski hukumnya sunnah, puasa Arafah ini sangat dianjurkan.
Dilansir dari NU Online, seseorang yang menjalankan puasa Arafah akan mendapatkan dua keutamaan:
1. Akan Dihapus Dosa-dosanya
Seorang muslim yang melaksanakan puasa pada hari Arafah akan dihapuskan dua tahun dosa-dosanya.
Yakni dosa setahun yang lalu, dan setahun yang akan datang.
Hal tersebut sebagaimana disabdakan Rasulullah saw,
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR Muslim).
Mayoritas ulama berpendapat, dosa-dosa yang dihapus saat menjalankan puasa Arafah adalah dosa-dosa kecil.
Ini sebagaimana diterangkan oleh Imam Nawawi dalam Syarah Muslim juz 3 (h. 113).
2. Dibebaskan dari Siksa Kubur
Keutamaan menjalankan puasa Arafah selanjutnya adalah dibebaskan dari segala macam siksa neraka.
Sebagaimana disebutkan Rasulullah saw dalam sebuah haditsnya, bahwa Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka pada hari Arafah dibanding hari-hari lainnya.
"Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?" (HR Muslim). (ria)
Editor : Syahaamah Fikria