Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Panduan Lengkap Puasa Arafah Jelang Idul Adha: Jadwal, Niat dan Keutaman Menjalankannya

Syahaamah Fikria • Jumat, 14 Juni 2024 | 06:01 WIB
Berdoa di waktu puasa Ramadhan bakal dilipatgandakan pahalanya. (Arief Budiman/Radar Solo)
Berdoa di waktu puasa Ramadhan bakal dilipatgandakan pahalanya. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Sekitar tiga hari lagi, umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriyah.

Namun, sehari sebelum Idul Adha, umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan puasa Arafah.

Terutama bagi muslim yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Jadwal Puasa Arafah

Pemerintah telah menetapkan 10 Dzulhijjah 1445 atau Hari Raya Idul Adha tahun 2024 ini jatuh pada Senin, 17 Juni 2024.

Sehingga umat Islam akan menjalankan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah yang jatuh pada Minggu, 16 Juni 2024.

Niat Puasa Arafah

Sebelum melaksanakan puasa Arafah, diwajibkan untuk membaca niat.

Niat puasa sunnah Arafah ini bisa dibaca pada Sabtu (15/6) malam, sejak terbenamnya matahari hingga Minggu (16/6) pada saat terbit fajar.

Berikut bacaan niat puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.

Baca Juga: Guru Ngaji Jokowi Bakal Jadi Khatib Sholat Idul Adha di Masjid Raya Sheikh Zayed, Siapkan 10 Ribu Takir untuk Jamaah

Artinya:

“Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.”

Lupa Membaca Niat

Bagaimana jika ada yang lupa membaca niat hingga terbit fajar?

Seseorang itu tetap bisa menjalankan puasa Arafah. Asal, selama lupa membaca niat, yang bersangkutan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Selanjutnya, tetap membaca niat dan boleh dilakukan hingga menjelang tergelincirnya matahari.

Berikut bacaan niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya:

Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah ta’âlâ.

Keutamaan Puasa Arafah

Meski hukumnya sunnah, puasa Arafah ini sangat dianjurkan.

Baca Juga: Idul Adha Segera Tiba, Pilih Daging Kambing atau Sapi yang Paling Aman untuk Kesehatan? Simak Perbedaan Kandungannya!

Dilansir dari NU Online, seseorang yang menjalankan puasa Arafah akan mendapatkan dua keutamaan:

1. Akan Dihapus Dosa-dosanya

Seorang muslim yang melaksanakan puasa pada hari Arafah akan dihapuskan dua tahun dosa-dosanya.

Yakni dosa setahun yang lalu, dan setahun yang akan datang.

Hal tersebut sebagaimana disabdakan Rasulullah saw,

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR Muslim).

Mayoritas ulama berpendapat, dosa-dosa yang dihapus saat menjalankan puasa Arafah adalah dosa-dosa kecil.

Ini sebagaimana diterangkan oleh Imam Nawawi dalam Syarah Muslim juz 3 (h. 113).

2. Dibebaskan dari Siksa Kubur

Keutamaan menjalankan puasa Arafah selanjutnya adalah dibebaskan dari segala macam siksa neraka.

Sebagaimana disebutkan Rasulullah saw dalam sebuah haditsnya, bahwa Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka pada hari Arafah dibanding hari-hari lainnya.

"Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?" (HR Muslim). (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#puasa arafah #idul adha #niat #jadwal #puasa sunnah