RADARSOLO.COM - Diare memang bukan masalah umum pada kucing. Tapi jika kucing peliharaan Anda mengalaminya, itu menandakan ada gangguan pada sistem pencernaannya.
Meski diare seringkali tidak berbahaya, namun penting untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi diare pada anabul kesayangan.
Mengapa Kucing Mengalami Diare?
Jika diare terjadi dalam waktu singkat, biasanya hal ini disebabkan oleh makanan atau minuman yang dikonsumsi.
Banyak kucing mengalami diare karena diberikan susu yang seharusnya untuk manusia.
Sebaiknya berikan susu khusus kucing, meskipun harganya lebih mahal, agar kesehatan pencernaannya tetap terjaga.
Tanda-Tanda Kucing Mengalami Diare
Anda dapat melihat tanda diare pada kucing dari bulu yang kotor di sekitar anus.
Selain itu, perubahan pola makan juga bisa memengaruhi tekstur fesesnya.
Jika anabul Anda sering buang air besar dengan konsistensi cair selama dua hari atau lebih, segera konsultasikan ke dokter hewan.
Penanganan Diare pada Kucing
Untuk menghindari komplikasi yang lebih serius, berikan perawatan segera setelah mengetahui kucing mengalami diare. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan, dilansir dari halodoc:
1. Ganti Pakan dengan Perlahan
Pergantian pakan secara tiba-tiba sering menjadi penyebab diare.
Mulailah dengan mencampurkan 1/3 pakan baru dengan 2/3 pakan lama selama 1-2 hari.
Lalu secara bertahap tambahkan pakan baru hingga sepenuhnya mengganti pakan lama.
Pastikan kucing tetap mendapatkan cukup air untuk mencegah dehidrasi.
2. Pakan yang Mudah Dicerna
Berikan pakan rendah serat yang lebih mudah dicerna, terutama untuk kucing yang sering diare atau memiliki feses banyak.
Pakan dengan kadar serat kasar sekitar 3 persen atau yang dirancang khusus untuk kucing dengan perut sensitif bisa menjadi pilihan.
3. Berikan Minum dan Larutan Elektrolit
Kucing yang diare memerlukan asupan cairan yang cukup. Selain air putih, kamu bisa memberikan kaldu ayam atau sapi.
Makanan basah juga bisa membantu meningkatkan asupan cairan.
Jika perlu, tambahkan satu atau dua sendok air atau kaldu dalam makanannya.
4. Pertimbangkan Probiotik
Untuk mengembalikan keseimbangan bakteri baik di saluran usus kucing, pemberian suplemen probiotik bisa sangat membantu.
Pastikan Anda memilih produk yang dirancang khusus untuk kucing dan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter hewan.
5. Berikan Obat Antidiare
Obat antidiare sebaiknya hanya diberikan atas anjuran dokter hewan.
Jika Anda memutuskan untuk menggunakan obat, pastikan mendapatkan resep dan dosis yang tepat.
Kesimpulan
Diare pada kucing bukanlah penyakit melainkan tanda adanya masalah pencernaan.
Virus, parasit, bakteri, intoleransi makanan, dan alergi adalah beberapa penyebab umum diare.
Dengan penanganan yang tepat, diare pada kucing bisa diatasi dengan efektif.
Selalu amati perubahan pada kucing kesayangan Anda.
Segera konsultasikan ke dokter hewan jika gejala diare berlanjut atau memburuk. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria