Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Mengenal Bawang Dayak Punya Banyak Manfaat untuk Kesehatan, Ini Tips Menanamnya

Damianus Bram • Jumat, 12 Juli 2024 | 00:55 WIB
TUMBUH OPTIMAL: Saifuddin Efendi menunjukkan tanaman bawang dayak yang sengaja ditanam untuk dipanen. Butuh 5-6 bulan agar bawang ini bisa dipanen.
TUMBUH OPTIMAL: Saifuddin Efendi menunjukkan tanaman bawang dayak yang sengaja ditanam untuk dipanen. Butuh 5-6 bulan agar bawang ini bisa dipanen.

RADARSOLO.COM - Bawang Dayak mempunyai beragam manfaat. Di antaranya menurunkan risiko diabetes, menurunkan kadar kolesterol, hingga obat sakit perut.

Bawang dayak bisa jadi opsi bagi pehobi yang ingin mengembangkan tanaman obat di lahan sempit.

Seperti yang dilakukan Saifuddin Efendi. Dia mengembangkan kebun mini berisi aneka tanaman di jalanan kampung sekitar rumahnya. Salah satunya bawang dayak.

Daunnya lebat dan tinggi menjulur tak seperti jenis bawang-bawangan pada umumnya. Beberapa helai daun bahkan memiliki ukuran panjang hingga 1 meter.

Pada awalnya, dia tak begitu mengetahui cara merawat tanaman ini. Alhasil, beberapa bibit tanaman bawang dayak kandas karena mendapat penyiraman harian secara rutin sama seperti tanaman lain.

”Awal-awal itu pada mati karena disiram terus,” ungkap pria asal Gresik, Jawa Timur ini.

Upaya perawatan yang keliru terus berlanjut hingga dia mendapat masukan dari mahasiswa.

Pria yang akrab disapa Ipung ini kemudian meminta bantuan upaya budi daya bawang dayak yang baik. Serta, manfaat apa saja yang bisa dihasilkan dari bawang dayak tersebut.

”Dari sana saya tahu cara perawatannya. Termasuk nggak perlu sering-sering disiram air,” tuturnya.

Pada saat pembibitan, bawang dayak diletakkan pada baskom berair selama seminggu. Setelah tumbuh tunas, lalu dipindahkan pada media tanam.

Ada beberapa helai bawang dayak yang khusus dia panen. Ada pula yang dibiarkan tumbuh liar sebagai tanaman perindang.

Pada jenis tanaman perindang, media tanam yang digunakan hanya tanah dengan intensitas air yang minim.

Sementara itu, media tanam yang disiapkan untuk dipanen terdiri atas komposisi tanah, kompos, dan sekam.

”Kebetulan, kami punya metode kompos sendiri. Jadi, kami berdayakan sampah organik yang diolah jadi kompos,” ungkapnya.

Pupuk kompos tersebut juga rutin dijadikan sebagai nutrisi tambahan selama masa pertumbuhan. ”Butuh sekitar lima sampai enam bulan untuk bisa dipanen,” lanjutnya.

Ipung menambahkan, bawang dayak yang dirawat secara optimal memiliki hasil panen hingga tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan yang tumbuh liar. Pada bawang dayak yang tumbuh liar, umbi bawang jarang muncul.

”Kalau yang dirawat kayak gini, umbinya bisa rimbun pas dipanen,” sambungnya.

Bentuk lebih optimal tersebut juga tampak pada panjang dan warna daun bawang dayak.

Bawang dayak yang tumbuh liar maksimal hanya memiliki ukuran panjang sekitar setengah meter.

Warna daun cenderung kekuningan. Sementara itu, yang dirawat secara optimal memiliki daun berwarna hijau segar. (leh/c7/ai/JPG/adi/dam)

Editor : Damianus Bram
#Tips Menanam #tanaman #kesehatan #bawang dayak