RADARSOLO.COM - Tanaman Pacar Air ini memiliki warna yang cukup beragam. Mulai dari merah, pink hingga putih.
Biasanya tanaman Pacar Air sering digunakan untuk upacara keagamaan dan dimanfaatkan menjadi kuteks.
Tanaman hias ini berkembang biak secara cepat dan perawatannya mudah. Biasanya mulai bermekaran saat memasuki musim hujan. Namun, tetap perlu perawatan ekstra karena bisa terganggu gulma.
”Kalau musim hujan ya harus dirawat. Karena gulma seperti rerumputan ini tumbuh subur dan bisa mengganggu perkembangan Pacar Air,” kata salah seorang petani pacar air, Palidin, 50, dikutip dari JawaPos.com.
Selain gulma, lanjut dia, kendala lain yang harus dihadapi saat musim hujan adalah banyaknya tanaman mati akibat tergenang air.
Palidin juga menjelaskan tanaman akan mati jika akarnya satu minggu lebih tergenang air. Untuk itu, harus sering mengontrol media tanam agar tidak tergenang.
”Jangan sampai terlalu lama tergenang air, kalau tidak bisa mati,” jelas Palidin.
Pada musim hujan, tanaman pacar air tumbuh dengan maksimal. Bunga yang dihasilkan juga lebat. Untuk harga jualnya antara Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram.
”Memang kalau bunga ini kan tidak ada pasarannya. Jadi harga dipengaruhi kebutuhan. Kalau Kamis kliwon atau jelang puasa mahal. Bisa Rp 30 ribu per kilogram,” jelas warga Jombang, Jawa Timur ini.
Bunga pacar air ini juga sering digunakan untuk ziarah kubur. Tak ayal jelang hari raya keagamaan, permintaanya naik.
Begitu pula saat menjelang Ramadan beberapa waktu lalu, banyak yang membeli Pacar Air untuk berziarah kubur.
”Hari-hari tertentu khususnya perayaan agama selalu dicari. Bahkan, sampai kehabisan stok,” tambahnya.
Tak hanya itu, tanaman bernama ilmiah Impatiens Balsamina ini dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal dan kepentingan lainnya.
Tanaman yang berasal dari India lalu berkembang di Indonesia ini bisa tumbuh liar. Lebih cocok hidup di lahan yang agak basah, bisa memanjang hingga 80 sentimeter (cm). Selain itu, Pacar Air juga kerap dijadikan pewarna kuku alami. (JPG/adi/dam)
Editor : Damianus Bram