RADARSOLO.COM – Tanaman bambu keberuntungan dengan nama latin Dracaena Sanderiana berasal dari Afrika Tengah. Masyarakat sekitar juga menyebutnya dengan nama Bambu Drasena dan Bambu Hoki.
Tanaman ini dipercaya membawa keberuntungan. Terlebih jika diletakkan seperti di tempat kerja ataupun ruangan rumah. Istilah bambu hoki sendiri digunakan dalam feng shui. Yakni praktik kuno yang digunakan oleh orang Tionghoa yang berhubungan dengan keharmonisan dan energi baik.
Tanaman bambu ini mempunyai bentuk batang yang ramping, tegak, lurus serta tersusun rapi dengan dahan daun yang menjulang ke atas di ujung batang. Selain itu memiliki warna hijau di sekujur pohonnya.
Walaupun ada kemiripan dengan genus bambu, tanaman bambu ini termasuk ke dalam jenis tanaman sekulen. Tanaman sekulen sendiri merupakan tanaman yang menyerap dan menyimpan air pada batang utamanya.
Salah satu manfaat yang dimiliki dari tanaman bambu hoki ini yakni membersihkan udara di dalam ruangan. Maka itu, bambu hoki ini cocok jika diletakkan di dalam ruangan seperti kantor maupun ruangan rumah.
Widayati, 64, pemilik Toko Griya Kembang Hanna di Karangmojo, Sawahan, Kecamata Ngemplak, Kabupaten Boyolali mengatakan, cara merawat bambu hoki cukuplah mudah. Tidak ada perawatan khusus, hanya disiram air. Dalam penyiraman tidak perlu sering, cukup sekali.
”Tidak perlu dipupuk, ketika pertama kali harus sudah ada medianya. Seperti ada tanah, ada sekam, serta ada pupuk organiknya kendang,” ujar Widayati kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (31/8).
Dia menambahkan, jika pada tanaman Bambu Hoki terdapat tungau laba-laba, cara yang efektif membersikannya yakni dengan menyiapkan beberapa bahan. Seperti seperempat cuka sari apel dengan dicampur secangkir air, satu sendok teh soda kue, serta sabun cuci piring. Setelah itu masukkan ke dalam botol kosong, lalu campurkan semuanya.
”Untuk penggunaan ramuan yang dipersiapkan tadi, hanya dengan menyemprotkan saja di sekitar tanaman bambu hoki. Cara ini dipercaya ampuh untuk mengusir hama seperti tangau dan hama-hama lainnya,” tandasnya. (mg8/adi)
Editor : Adi Pras