RADARSOLO.COM - TikTok terus menjadi platform populer di kalangan anak muda.
Namun beberapa tren viral yang muncul menimbulkan kekhawatiran, salah satunya adalah tren TikTok chroming.
Fenomena chroming challenge ini menjadi perbincangan hangat dan memicu kekhawatiran karena dampak negatif yang membahayakan kesehatan. Terutama bagi para remaja.
Apa Itu Chroming?
Chroming adalah praktik menghirup zat kimia dari produk-produk seperti cat semprot, lem, hairsray, bensin, spidol permanen atau produk aerosol lainnya untuk mendapatkan sensasi mabuk.
Zat kimia yang digunakan dalam chroming mengandung senyawa berbahaya yang dapat mempengaruhi sistem saraf dan organ tubuh lainnya.
Sayangnya, tren ini menjadi viral dan populer di TikTok karena adanya konten yang memperlihatkan remaja melakukan aksi tersebut, tanpa menampilkan risiko kesehatan yang serius.
Bagaimana TikTok Chroming Bisa Menjadi Tren?
Tren chroming menyebar melalui video yang diunggah oleh pengguna TikTok.
Pengguna TikTok merekam aksi mereka saat melakukan chalennge chroming. Kemudian diunggah menggunakan hashtag seperti #WhipTok atau #chroming.
Video ini kemudian viral. Konten viral dapat menyebar dengan cepat, terutama jika dianggap menantang atau menarik perhatian.
Dalam kasus chroming, video-video yang memperlihatkan remaja melakukan aksi berbahaya ini sering kali diunggah tanpa kesadaran dengan risiko jangka panjang yang menyertainya.
Bahaya Chroming
Meski terlihat seperti tren yang "menyenangkan" atau "tantangan," chroming challenge memiliki risiko kesehatan yang sangat serius.
Menghirup zat kimia yang terkandung dalam produk-produk aerosol dapat menyebabkan kerusakan otak, gangguan pernapasan, dan bahkan kematian.
Dampak jangka panjang meliputi kerusakan organ seperti hati, ginjal, dan paru-paru. Di beberapa kasus, efek langsung setelah menghirup zat kimia ini adalah kehilangan kesadaran atau kejang.
Tren ini juga berbahaya karena kurangnya informasi yang disampaikan kepada remaja tentang konsekuensi yang bisa terjadi.
Mereka cenderung melihat tren ini sebagai hiburan atau cara mendapatkan perhatian di media sosial, tanpa menyadari risiko kesehatan yang mereka hadapi.
Beberapa Kasus Akibat Tren Chroming Challenge
1. Remaja asal Australia, Esra Haynes, 13, meninggal dunia pada Maret 2023 setelah menghirup aerosol deodoran.
2. Tommie-Lee Gracie Billington, 11, asal Inggris meninggal dunia pada Maret 2024 setelah mencoba chroming.
3. Korban meninggal lainnya adalah Sarah Mescall, 14, asal Irlandia. Dia meregang nyawa pada September 2023, diduga karena mengikuti tantangan chroming.
4. Tiegan, 12, asal Inggris harus mendapat perawatan di rumah sakit setelah menghirup deodoran. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria