RADARSOLO.COM - Burung Kepodang adalah salah satu burung kicau yang paling sulit dilatih oleh para kicau mania.
Namun jika si pemilik mampu menjinakkan menjadi ngoceh, harga jualnya bisa berkali-kali lipat.
Burung Kepodang sulit dijinakkan dan sulit dibuat gacor. Hal itu diakui salah seorang pedagang burug hias di Pasar Depok Solo, Jani Hermanto.
Dia mengungkapkan, harga burung Kepodang cenderung stabil di range harga yang cukup rendah.
Untuk satu ekor Kepodan Sumbawa atau Kepodang Jawa di kios miliknya itu umumnya dijual Rp 300 ribu.
Harga tersebut terbilang murah untuk jenis burung kicau yang ada di pasar burung.
”Pasarnya sulit kalau Kepodang seperti ini. Tidak semua orang suka burung jenis ini jadi jualnya memang agak susah,” terang dia, Minggu (5/1/2025).
Salah satu alasan orang jarang demen sama burung yang memiliki warna menarik ini adalah tingkat kesulitan dalam melatihnya.
Mulai dari burung bahan seharga Rp 300 an ribu, tidak selalu mudah untuk dijinakkan.
Sekalipun bisa dijinakkan, tidak selalu juga bisa memiliki variasi ocehan yang beragam. Alasan-alasan ini yang membuat pamor burung yang memiliki corak warna kuning-hitam itu kurang diminati.
”Burung ini melatihnya biar bisa bunyi itu susah, tapi kalau sampai jadi harganya bisa berlipat. Lumayan lah, kalau bagus (bisa ngoceh) itu bisa Rp 750 ribu ke atas,” terang dia.
Baca Juga: Istimewanya Pecel Mbak Lina di Wonogiri Kota yang Belinya Pakai Nomor Antrean
Untuk itu bagi yang berminat memelihara burung jenis ini harus sabar dan telaten dalam merawatnya.
Perawatan di sini bukan dalam hal pemberian pakan dan rutinitas memandikan saja.
Namun lebih merujuk cara bonding untuk menjinakan si burung kesayangan agar lulut dan mudah dilatih suaranya.
”Kalau perawatannya ya biasa, rutin jemur, beberapa hari sekali dimandikan, dan kalau soal pakan bisa diberi fur, pisang, jangkrik atau ulat. Sebetulnya ada cara-cara yang bisa dilakukan buat melatih jadi gacor, tapi ya tidak selalu berhasil. Tapi paling tidak warnanya bagus, jadi menarik juga saat dipelihara,” kata Jani. (ves/adi)
Editor : Adi Pras