RADARSOLO.COM-Etika merupakan watak kesusilaan.
Orang yang beretika adalah mereka yang memiliki tingkah laku baik dan sopan.
Bagi orang jawa, terdapat Pancakreti atau lima paradigma yang menyimbolkan tingkah laku baik.
Panca memiliki arti lima, sedangkan Kreti memiliki arti tindakan.
Berikut Pacakreti laku orang Jawa:
1. Ukara
Kata ukara bisa diartikan kalimat, ucapan, atau bicara.
Sejatinya sebagai makhluk yang dibekali dengan akal, hendaklah berbicara atau berucap secara runtut dan jelas, berterus terang, dan jujur.
Kalimat yang kita keluarkan ketika akan menyampaikan pendapat, pernyataan, pertanyaan keterangan, dan lain sebagainya haruslah sopan dalam pemilihan diksi dan pengucapannya, juga memiliki maksud yang jelas, tidak bertele-tele.
2. Trapsila
Kata Trapsila berasal dari kata “Trap” yang berarti ditata dan kata “Sila” yang berarti watak atau kelakuan yang sesuai dengan susila.
Trapsila bisa diartikan “nganggo tata krama”. Sebagai manusia yang berakhlak, haruslah bertingkah laku yang selaras dengan lingkungan.
Baca Juga: BUDAYA JAWA: Makna Simbolik 7 Motif Jarik pada Upacara Adat Mitoni
Menggunakan tata krama dalam kehidupan bermasyarakat. Supaya hidup damai sentosa karena tidak melanggar norma yang berlaku.
3. Susila
Susila bisa diartikan sebagai etika dalam bermasyarakat.
Segala peraturan tertulis maupun tidak tertulis di masyarakat mengenai tata laku, tingkah laku, hendaknya dilaksanakan dengan baik, dan menunjukkan nilai budi pekerti luhur.
4. Sastra
Kata Sastra memiliki arti tulisan, ilmu. Dalam Pancakreti ini maksud dari sastra adalah kecerdasan dalam bertindak.
Kecerdasan yang dimaksud bisa berupa kelihaian dalam menulis suatu hal dalam bentuk surat, serat, naskah, makalah, atau bentuk tulisan lainnya.
5. Karya
Kata karya bisa diartikan sebagai ciptaan atau hasil dari suatu pekerjaan.
Karya yang bagus dan bermanfaat bisa didapat jika didukung oleh empat paradigma di atas.
Sejatinya dalam hidup bermasyarakat terapkanlah hal-hal baik.
Bisa dimulai dari perilaku yang berakhlak dan tutur kata yang sopan.
Pancakreti di atas bisa menjadi pedoman dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari. (mg1/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono