Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

BUDAYA JAWA: Makna Tradisi Tedhak Siten bagi Bayi Berusia 7 Bulan dengan Melewati 7 Jadah Warna-warni

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 22 Januari 2025 | 16:32 WIB

 

Ilustrasi seorang bayi menjalani prosesi tedhak siten dengan melewati tujuh jadah.
Ilustrasi seorang bayi menjalani prosesi tedhak siten dengan melewati tujuh jadah.

RADARSOLO.COM- Budaya Jawa kaya akan makna. Salah satunya tradisi tedhak siten.

Tedhak Siten berasal dari kata tedhak dan siten.

Tedhak berarti menapakkan kaki, dan siten atau siti berarti tanah.

Sehingga Tedhak Siten dapat diartikan menapakkan kaki ke tanah bagi seorang anak untuk kali pertama. Tedhak Siten dilaksanakan saat anak berusia 7 bulan.

Upacara ini menggambarkan persiapan seorang anak untuk menjalani kehidupan yang akan datang.

Tedhak Siten dilaksanakan untuk menghormati bumi. Di mana anak akan memulai menginjakkan kaki.

Dalam upacara ini terdapat beberapa rangkaian kegiatan.

Salah satunya yaitu berjalan melewati tujuh jadah (makanan tradisional berbahan ketan).

Perlengkapan atau ubarampe yang perlu disiapkan yaitu jadah dengan 7 macam warna (hitam, putih, hijau, kuning, biru, merah, dan ungu).

Jadah beragam warna tersebut disusun dari mulai warna yang gelap ke terang.

Masing-masing warna pada jadah ini memiliki makna tersendiri.

Baca Juga: BUDAYA JAWA: Basa Kasar, dari Ekspresi Emosional hingga Sapaan Keakraban

Hitam artinya kecerdasan. Anak diharapkan dapat memiliki kecerdasan yang tinggi, cerdas dalam menghadapi apapun.

Kuning artinya kekuatan lahir dan batin. Anak diharapkan memiliki kekuatan untuk mencapai kesuksesan.

Putih artinya suci. Anak diharapkan memiliki kesucian hati.

Merah artinya berani. Anak diharapkan memiliki keberanian dalam menjalani kehidupan.
Biru artinya kesetiaan, sedangkan hijau artinya lingkungan di sekitarnya atau kemakmuran.

Diharapkan kelak sang anak memiliki hidup yang makmur.

Ungu artinya ketenangan. Anak diharapkan memiliki ketenangan saat mengambil keputusan. (mg4/wa)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#bayi #budaya jawa #tedhak siten #jadah #tradisi