RADARSOLO.COM-Bahasa Jawa memiliki peran penting dalam kebudayaan Jawa.
Dalam Bahasa Jawa memiliki beragam “Unen-unen”, salah satunya yaitu purwakanthi.
Apa itu purwakanthi? Purwakanthi adalah rima dalam kalimat.
Rima yang dimaksud bisa perulangan vokal, perulangan di akhir kata, atau perulangan konsonan.
Purwakanthi terbagi menjadi tiga macam menurut Padmosoekotjo, antara lain:
- Purwakanthi guru sastra
- Purwakanthi guru swara
- Purwakanthi lumaksita
Dari tiga macam purwakanthi di atas, artikel ini akan menjelaskan purwakanthi guru swara beserta contohnya.
Purwakanthi guru swara bercirikan mengalami pengulangan bunyi vokal yang sama di akhir kata (rima asonansi).
Contoh Purwakanthi Guru Swara
1. Becik Ketitik, Ala Ketara
Becik ketitik memiliki arti kebaikan akan ketahuan, sedangkan ala ketara berarti keburukan akan terlihat jelas.
Kalimat tersebut memiliki pengulangan bunyi vokal “i” dan “a” di akhir kata.
2. Inggah-inggih Ora Kepanggih
Berarti menyanggupi suatu hal tetapi tidak melaksanakannya. Kalimat di atas terdapat pengulangan bunyi vokal “I” di akhir kata.
3. Wong Bungah Sok Nemu Susah
Memiliki makna bahwa orang yang bahagia nanti juga akan mengalami kesedihan atau kesusahan.
Pengulangan bunyi vokal pada pada kalimat di atas yaitu “a”. Pada kata bungah dan kata susah.
4. Kudu Sregep Sinau, Sapa Sing Pengin Maju
Purwakanthi di atas bermakna harus rajin belajar bagi siapa yang tidak ingin tertinggal (dalam menuntut ilmu). Pengulangan bunyi vokal pada kalimat di atas yaitu “u”.
5. Aja Dumeh Menang, Banjur Tumindak Sawenang-wenang
Artinya, jangan mentang-mentang menang atau berkuasa lalu bertindak sesuka hati.
Kalimat tersebut memiliki pengulangaan bunyi vokal “ng” di akhir kalimat.
6. Bareng Wis Makmur, Lali Marang Sadulur
Bermakna bahwa ketika hidup sudah makmur atau sukses, lupa terhadap saudara/sanak saudara.
Pengulangan bunyi vokal dalam kalimat di atas yaitu “u”, pada kata makmur dan kata sedulur.
7. Ulat Madhep, Ati Mantep
Bermakna jika pandangan (tujuan) sudah fokus, hati pun yakin. Purwakanthi tersebut memiliki pengulangan bunyi vokal “e”.
Baca Juga: BUDAYA JAWA: Basa Kasar, dari Ekspresi Emosional hingga Sapaan Keakraban
8. Ireng-ireng Ketok Untune, Bareng Seneng Ketok Guyune
Purwakanthi di atas memiliki pengulangan bunyi vokal “ng” dan “e”, pada kata ireng dan seneng, lalu pada kata untune dan kata guyune.
9. Ijo-ijo Godhonge Kara, Bareng Bodho lagi Rumangsa
Pengulangan bunyi vokal di akhir kata pada kalimat tersebut ialah “a”. Pada kata kara dan kata rumangsa.
Itulah Sembilan contoh beserta penjelasan singkat terkait purwakanthi guru swara.
(mg1/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono