Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

BUDAYA JAWA: 8 Laku yang Harus Dijalankan Pemimpin dalam Astha Brata

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 22 Januari 2025 | 18:22 WIB
Ilustrasi Begawan Kesawasidi yang mewejangkan Astha Brata kepada Arjuna.
Ilustrasi Begawan Kesawasidi yang mewejangkan Astha Brata kepada Arjuna.

RADARSOLO.COM- Pernah mendengar istilah Astha Brata?

Astha Brata merupakan salah satu ajaran kepemimpinan Jawa yang diangkat dari cerita Ramayana dan terinspirasi dari delapan unsur alam.

Astha Brata berasal dari kata Astha yang berarti delapan dan Brata yang berarti laku atau kewajiban.

Astha Brata diartikan sebagai delapan kewajiban yang harus dipenuhi, dipatuhi dan dijalankan oleh seorang raja atau pemimpin (Sulaksono, 2016: 78).

Di dalam dunia pewayangan, Astha Brata diwejangkan kepada tiga tokoh wayang.

Yakni oleh Prabu Rama Wijaya kepada adik tirinya yang Bernama Raden Brata.

Prabu Rama Wijaya kepada Gunawan Wibisana dan Begawan Kesawasidi kepada Arjuna.

Prabu Rama Wijaya atau lebih dikenal dengan Ramayana dan Begawan Kesawasidi yang merupakan jelmaan Prabu Kresna, keduanya merupakan titisan dewa Wisnu.

Astha Brata sebagai ajaran kepemimpinan Jawa terdiri dari delapan kewajiban.

Sering dilambangkan dengan nama-nama dewa dan simbol laku utama atau dengan unsur alam.

Perlambangan delapan kewajiban dengan unsur alam yakni,

1. Laku Hambeging Kisma

Baca Juga: BUDAYA JAWA: Mengenal Wangsalan pada Sindenan Karawitan

Laku Hambeging berarti bertindak seperti Kisma, merupakan sinonim dari bantala dan siti yang berarti tanah.

Maksudnya, seorang pemimpin harus memiliki watak seperti halnya tanah yang tidak marah meskipun diinjak-injak dan diolah.

Tanah tetap memberi kesuburan dan kehidupan bagi makhluk hidup.

2. Laku Hambeging Tirta

Tirta yang berarti air memiliki sifat yang datar di bagian permukaan meskipun bagian dasarnya tidak sama atau tidak rata.

Meskipun air memberikan kehidupan bagi seluruh makhluk hidup, tetapi air juga dapat membawa bencana (banjir, tsunami).

Maksudnya adalah seorang pemimpin haruslah bersikap adil kepada semua.

Memberikan hukuman kepada mereka yang berbuat kesalahan atau dosa.

3. Laku Hambeging Dahana

Dahana merupakan sinonim dari agni yang berarti api yang memiliki sifat membakar.

Maksudnya adalah sebagai seorang pemimpin haruslah tegas layaknya api yang mampu membakar segalanya.

Akan tetapi harus tetap berdasarkan segala pertimbangan supaya tidak menimbulkan bencana atau malapetaka.

4. Laku Hambeging Samirana

Baca Juga: BUDAYA JAWA : Filosofis Blencong yang Selalu Digunakan dalam Pagelaran Wayang Kulit

Samirana merupakan dasanama dari bayu yang berarti angin.

Angin berada di segala tempat, baik tempat yang tinggi, rendah, panas maupun dingin dan memiliki sifat yang menyejukkan.

Akan tetapi, angin juga memiliki nama lain prahara yang juga memiliki arti lain bencana.

Sebagai seorang pemimpin hendaklah bersifat seperti angin yang mengetahui keadaan rakyatnya secara langsung.

5. Laku Hambeging Samodra

Samodra atau jalanidhi berarti laut.

Laut merupakan tempat bermuaranya air, baik air hujan, bahkan limbah sekalipun.

Laut yang menampung segala sesuatu tersebut menggambarkan bahwa ia mampu menampung segala sesuatu yang baik maupun buruk.

Meski begitu, laut masih menjaga segala sesuatu yang ada di dalamnya.

Seperti terumbu karang, hewan laut, tumbuhan laut, juga memberikan manfaat bagi manusia.

Samodra melambangkan kewajiban seorang pemimpin yang harus memiliki sifat pemaaf seperti halnya laut.

6. Laku Hambeging Surya

Surya atau baskara merupakan dasanama dari matahari yang setiap hari bersinar menyinari bumi. Memberikan penerangan dan energi kehidupan bagi semua makhluk di bumi.

Baca Juga: BUDAYA JAWA: Beragam Istilah yang Sangat Langka Terdengar, Ada Sekethip hingga Sakidu

Maksudnya sebagai seorang pemimpin harus dapat memberikan energi baik kepada bawahannya.

7. Laku Hambeging Candra

Candra atau bulan memiliki sifat yang menerangi di dalam kegelapan tanpa menimbulkan suasana panas tetapi menyejukkan.

Begitu pula semestinya pemimpin yang harus mampu memberikan penerangan yang menyejukkan bagi bawahannya.

8. Laku Hambeging Kartika

Kartika merupakan salah satu dasanama dari bintang. Seperti bulan, bintang juga bersinar di malam hari meskipun cahanya tidak seterang bulan tetapi bintang tetap percaya diri membantu menerangi bumi.

Maksunya adalah seorang pemimpin harus mampu memberikan sumbangsih. (mg2/wa)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#budaya jawa #Astha Brata #pemimpin #LAKU