RADARSOLO.COM-Roti bolu merupakan makanan khas Kabupaten Magetan.
Berkaitan dengan roti bolu, Magetan memiliki tradisi unik yang digelar setiap tahunnya.
Yaitu Tradisi Kirab Nayaka Praja dan Andum Berkah Bolu Rahayu.
Bukan sekadar acara andum (berbagi) roti biasa, adum berkah bolu rahayu memiliki makna mendalam bagi masyrakat Magetan.
Sebelum andum bolu, dilaksanakan arak-arakan bersama bupati magetan dan jajarannya.
Ini menggambarkan raja yang dikirab keliling kota untuk melihat bagaimana kondisi rakyatnya.
Roti bolu yang hendak dibagikan didoakan pada malam sebelumnya.
Yang menerima diharapkan mendapatkan berkah dari Tuhan.
Roti bolu yang akan dibagikan disusun sedemikian rupa dan dibentuk menyerupai benda-benda seperti, lesung, gunungan, gong, dan jodhang yang maknanya berkaitan dengan kehidupan masyarakat Magetan.
Bentuk-bentuk dari susunan roti bolu tersebut memiliki arti tersendiri.
Nah berikut makna simbolis bentuk susunan roti bolu pada andum bolu berkah :
1. Lesung
Lesung mempunyai makna sebagai lambang tradisional Jawa.
Lesung juga merupakan alat tradisional yang harus dimiliki dan juga dilestarikan, karena bagian dari warisan budaya(lesung juga kerap kali dijadikan alat musik tradisioanl)
2. Beduk
Susunan roti bolu berbentuk beduk menjadi simbol dari tradisi Islam.
Beduk merupakan alat untuk memanggil umat Islam agar lekas beribadah.
3. Gong Gede
Roti bolu yang disusun menyerupai bentuk gong gede bisa menjadi simbol kehidupan manusia.
Gong mempunyai makna yaitu memandu masyarakat Jawa supaya memiliki cita rasa.
Manusia tidak bisa hidup tanpa sebuah rasa.
Rasa sangatlah penting keberadaannya di kehidupan sehari-hari.
Gong merupakan alat music jawa, yang dimana berfungsi memberikan irama akhir pada musik jawa(penyempurna rasa)
4. Gunungan
Makna dari gunung atau gunungan ialah berkaitan dengan kehidupan manusia.
Susunan roti bolu berbentuk gunungan dalam tradisi Kirab Nayaka Praja dan Andum Berkah Bolu Rahayu menjadi simbol bahwa semua manusia memiliki keyakinan pada dirinya sendiri.
Baca Juga: BUDAYA JAWA: Misteri Patung Loro Blonyo yang Disebut Sudah Ada Sejak Era Mataram Islam
5. Jodhang
Jodhang memiliki makna yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.
Susunan roti bolu berbentuk jodhang mempunyai makna yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, yaitu supaya bersyukur dan menerima segala keberkahan dari Tuhan.
Masyarakat biasanya menggunakan jodhang untuk tempat menyimpan makanan.
Namun seiring berkembangnya zaman, penggunaan jodhang di masyarakat adalah hal yang langka.
Oleh karena itu dengan adanya tradisi ini juga untuk mengenalkan kembali alat-alat tradisional, salah satunya jodhang.
6. Palawija
Gunungan palawija menjadi ubarampe hasil bumi yang melimpah dari Kabupaten Magetan.
Menjadi sebuah perwujudan rasa syukur masyarakat Magetan dengan hasil bumi yang dihasilkan.
Sebab Kabupaten Magetan merupakan salah satu kabupaten/kota penghasil sayur-sayuran dan buah-buahan terbaik.
Dengan digelarnya tradisi kirab nayaka praja dan andum berkah bolu rahayu diharapkan generasi selanjutnya dapat memahami dan mempelajari manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari.
Seperti rasa syukur terhadap Tuhan dan kepada pemimpin. (mg1/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono