Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

BUDAYA JAWA: Mengulik Magis Mantra Jawa, Ternyata Ini Bedanya Sihir dan Santet!

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 30 Januari 2025 | 17:00 WIB
Sihir identik dengan magi berwarna hitam sehingga sering disbut sebagai ilmu hitam.
Sihir identik dengan magi berwarna hitam sehingga sering disbut sebagai ilmu hitam.

RADARSOLO.COM-Mantra merupakan bentuk sastra lisan sebagai tradisi budaya Jawa.

Kepercayaan spiritual yang dipercaya dapat memengaruhi perasaan seseorang.

Namun ternyata, tahukah jika mantra ini sangat bermacam-macam jenisnya?

Pertama adalah yang sering kita sebut dengan sihir.

Yakni mantra yang bermagi hitam dan dijiwai oleh nilai-nilai kejahatan.

Digunakan untuk mencelakai atau bahkan membunuh seseorang.

Sihir dianggap sebagai ngelmu yang paling berat dibandingkan dengan ngelmu lainnya.

Baik dari laku mistik yang harus dijalankan, maupun dampak sosial yang diakibatkan.

Oleh karenanya sihir biasanya hanya bisa dilakukan dengan meminta bantuan dari dukun (bukan santet).

Istilah yang lebih sering di ucapkan oleh masyarakat di Jawa Tengah adalah tenung.

Kedua, mantra santet atau sering kita sebut dengan santet.

Merupakan mantra pengasihan yang identik dengan istilah pelet.

Baca Juga: BUDAYA JAWA: Khusus Dipakai untuk Raja, Ini Dia Filosofi Batik Motif Parang

Mantra santet mencakup dua magi, yakni magi kuning, yakni mantra pengasihan yang lebih halus dan cenderung tidak memiliki dampak sosial.

Berikutnya mantra santet bermagi merah yang lebih kasar dan cenderung memiliki dampak sosial.

Sebagai contoh, mantra Sabuk Mangir yang memiliki magi kuning lebih halus.

Sebab itu, sering kali orang tidak merasakan jika dirinya terkena mantra dan tidak berdampak sosial karena sebatas hubungan antarindividu.

Berbeda engan mantra Jaran Goyang yang bermagi merah yang terasa kasar.

Karena orang-orang yang terkena mantra Jaran Goyang sering kali tergila-gila dengan berteriak-teriak memanggil pemantranya.

Jika sihir dilakuan dengan meminta bantuan dukun, maka berbeda dengan santet yang tidak haus meminta bantuan dukun.

Tetapi lebih manjur jika dilakukan sendiri karena berkaitan dengan pemantra yang harus menjiwai terhadap keinginan dan laku (syarat) yang harus dipenuhinya.

Sementara itu, istilah santet seringkali disalahpersepsikan sebagai pemahaman yang mengidentifikasikannya dengan istilah sihir oleh masyarakat.

Sejak 1950-an, berbagai saluran informasi dan media massa turut membangun kesalahan persepsi terhadap kata santet yang mengalami perluasan makna.

Sehingga diidentifikasikan dengan ilmu hitam atau sihir atau tenung (Saputra, 2007).

Ketiga adalah mantra penyembuhan. Identik dengan mantra bermagi putih yang berfungsi untuk menetralkan praktik mantra magi hitam, merah dan kuning.

Mantra ini tidak hanya dgunakan untuk menyembuhkan atau mengobati dan mencegah atau sebagai penolak bala yang disebabkan oleh kekuatan kekuatan magi, tetapi juga sakit yang disebabkan penyakit.

Biasanya orang yang dapat melakukan sihir dan santet juga bisa menggunakan mantra ini. (mg2/wa)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#budaya jawa #mantra #sihir #magis #dukun #santet