RADARSOLO.COM-Mantra pelet merupakan bagian dari tradisi lisan dan spiritual budaya Jawa.
Dipercaya memiliki kekuatan untuk memengaruhi perasaan seseorang agar timbul rasa cinta atau kasih sayang.
Beberapa mantra pelet di budaya Jawa sengaja dibuat untuk perempuan.
Salah satunya mantra yang dibuat untuk perempuan sehingga dirinya merasa paling spesial karena mendapat pancaran yang gemerlap dari selatan.
Beginilah mantranya:
Sun atek ajiku Raden Panji
Gebyar-gebyar ana cahya saka wetan
Madhangi badan ingsun
Ingsun putrane Mbok Randa Dhadhapan
Kang sun sedya mara dhewe
Ingsun kekasihe wong sabuwana
Baca Juga: BUDAYA JAWA: Makna Susunan Roti Bolu pada Tradisi Andum Bolu di Magetan Jatim yang Tersohor
Berasal dari bahasa Jawa kuno dan Sansekerta, rapal mantra tersebut memiliki arti:
‘Menghaturkan jurus Raden Panji, cahaya yang gemerlap ada di selatan, menyinari badan saya, saya anak Randa Dhadhapan, yang tulus hati kepadaku. Saya kekasih orang sedunia’
Maksud dari mantra tersebut adalah membuat si pengguna seperti memiliki pancaran yang gemerlap dari arah selatan, sehingga dirinya akan merasa sangat spesial.
Pancaran cahaya tersebut berlaku jika si pengguna dipandang oleh laki-laki yang telah dimantrainya.
Mantra ini juga memberikan efek seperti kisah cinta Raden Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji dalam cerita Kerajaan Kediri yang memiliki cinta yang tulus.
Cinta inilah yang diharapkan oleh si pengguna mantra.
Sebagaimana mantra pada umumnya yang harus diikuti dengan laku (syarat), begitu pula mantra ini. (mg2/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono