Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

BUDAYA JAWA: Mantra Durgateluh dan Durgabalik, Bikin Kiriman Teluh Balik Kanan, Benarkah?

Tri wahyu Cahyono • Senin, 10 Februari 2025 | 18:58 WIB
‘Durga’ yang merujuk pada Dewi Parvati dalam wujud kemarahannya.
‘Durga’ yang merujuk pada Dewi Parvati dalam wujud kemarahannya.

RADARSOLO.COM-Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, terdapat berbagai mantra yang digunakan untuk menangkal atau menetralisir energi negative.

Salah satunya adalah teluh atau ilmu hitam yang dikirim untuk mencelakai seseorang.

Durgateluh dan Durgabalik, mantra-mantra ini dipercaya dapat membalikkan atau menetralkan serangan gaib sehingga tidak mengenai target yang dituju.

Begini bunyi mantranya:

Allahuma durgateluh bolak-balik kasumpet,
Mara ngetan pepet,
Ngidul sumpet,
Ngulon rapet,
Ngalor dhempet,
Karsaning Allah ana tengah dheleg-dheleg,
Ngedheprek bingung kamitenggengen.

Meskipun menggunakan nama Dewi Durga dari tradisi Hindu, mantra ini juga menunjukkan pengaruh Islam.

Seperti terlihat pada bagian pembuka yang menggunakan bahasa Arab.

Ungkapan dalam mantra ini, seperti "durgateluh bolak-balik kasumpet, mara ngetan pepet, ngidul sumpet, ngulon rapet, ngalor dhempet," mengandung makna bahwa teluh yang dikirim tidak dapat bergerak ke mana-mana karena seluruh penjuru mata angin telah tertutup.

Kemudian pada bagian penutup mantranya terdapat penyebutan nama Allah, yang menunjukkan bahwa harapan dan doa sepenuhnya diserahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar teluh tidak bekerja sesuai kehendak si pengirim.

Selain Durgateluh, terdapat pula mantra Durgabalik yang memiliki tujuan serupa:

Sato mara, sato mati,
Jalma mara, jalma mati,
Setan mara, setan mati,
Nuna mara, buna mati,
Sedya ala mati kersaning Allah, Lailaha illallah Muhammad Rasulullah.

Mantra Durgabalik memberikan sugesti bahwa segala ancaman dan gangguan yang datang akan sirna atau musnah.

Baca Juga: BUDAYA JAWA: Apa Itu Lungjangga, Mantra yang Mitosnya Ampuh untuk Memikat Hati

Dalam uraian mantra ini, gangguan yang datang dalam berbagai bentuk.

Baik berupa sato (hewan), jalma (manusia), setan (makhluk gaib), maupun buna akan lenyap atau mati.

Mantra ini menegaskan bahwa segala keburukan dapat diatasi hanya dengan kekuatan Allah, sebagaimana tercermin dalam kalimat "sedya ala mati kersaning Allah."

Hal ini menunjukkan keyakinan bahwa segala sesuatu yang buruk akan sirna semata-mata karena kehendak-Nya.

Keberadaan mantra-mantra seperti Durgateluh dan Durgabalik mencerminkan sinkretisme dalam budaya Jawa.

Di mana unsur Hindu dan Islam berpadu dalam sistem kepercayaan masyarakat.

Selain menjadi sarana perlindungan spiritual, mantra-mantra ini juga berfungsi sebagai bentuk sugesti bagi penggunanya agar memiliki keyakinan bahwa mereka terlindungi dari bahaya.

Dengan demikian, mantra ini tidak hanya bersifat mistis.

Tetapi juga memiliki dimensi psikologis yang memberikan ketenangan dan rasa aman bagi orang yang meyakininya. (mg2/wa)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#budaya jawa #mantra #durgateluh #durgabalik