Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bukan Sekadar Gaya, Ini Makna Fashion Skena di Kalangan Anak Muda Solo

Fauziah Akmal • Selasa, 1 April 2025 | 15:05 WIB
Tak sekadar soal penampilan, gaya berpakaian skena menjadi medium ekspresi diri, identitas, dan cerminan komunitas urban yang aktif bersosialisasi.
Tak sekadar soal penampilan, gaya berpakaian skena menjadi medium ekspresi diri, identitas, dan cerminan komunitas urban yang aktif bersosialisasi.

RADARSOLO.COM-Kota Solo selama ini dikenal sebagai kota budaya.

Namun di balik kesan tradisional itu, berkembang pula tren fashion skena yang tumbuh pesat di kalangan anak muda.

Tak sekadar soal penampilan, gaya berpakaian ini menjadi medium ekspresi diri, identitas, dan cerminan komunitas urban yang aktif bersosialisasi. Khususnya di ruang-ruang publik seperti coffee shop.

Salah satu penganut gaya ini, Nur Anisa, mahasiswa Teater ISI Solo, mengaku awal tertarik pada fashion sejak masa SMA.

“Waktu itu aku sering nonton series Netflix dan mulai menyadari tiap tokoh punya gaya berpakaian yang khas. Dari situ aku mulai mengamati dan cari inspirasi dari berbagai gaya,” ujarnya kepada Radar Solo, Selasa (26/3).

Menurut Anisa, lingkungan perkuliahan di ISI Solo membuatnya lebih berani mengekspresikan diri lewat outfit.

“Fashion itu bukan cuma soal penampilan, tapi juga soal kepribadian. Kalau kita merasa cocok dan nyaman dengan outfit kita, rasa percaya diri juga ikut naik,” tambahnya.

Bingung Disebut Anak Skena
Meski tampil menonjol, Anisa mengaku sempat bingung saat disebut sebagai "anak skena".

“Jujur, aku kurang paham arti skena secara spesifik. Buatku, outfit itu ekspresi diri. Aku suka mix and match yang menurutku menarik dan nyaman, bukan buat ikut tren tertentu,” katanya.

Menurutnya, gaya anak muda Solo lebih kalem dibanding Jakarta atau Bandung.

“Banyak yang punya style khas, tapi umumnya lebih santai. Mungkin karena lingkungan sosial juga lebih konservatif, jadi belum banyak yang tampil sangat eksperimental,” tuturnya.

Ciri Khas Fashion Skena Solo
Bara Ramadhan, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Raden Mas Said Solo, menyebut bahwa fashion skena di Solo punya karakter tersendiri.

“Sekarang banyak yang pakai celana baggy, kaos band, atau kemeja boxy. Carabiner juga sering jadi aksesori wajib,” jelasnya.

Namun menurutnya, keberanian berekspresi masih menjadi tantangan.

“Banyak yang sebenarnya punya sense of fashion bagus, tapi takut dibilang aneh atau mencolok,” ujarnya.

Masih ada stigma di masyarakat bahwa gaya eksperimental itu "tidak sopan" atau "berlebihan", sehingga membuat sebagian anak muda ragu tampil beda.

Coffee Shop: Ruang Ekspresi Anak Skena
Fenomena fashion skena juga lekat dengan keberadaan coffee shop. Banyak konten media sosial yang menyandingkan gaya berpakaian nyentrik dengan tempat nongkrong estetik.

Sosiolog UNS Solo, Shubuha Pilar, mengatakan bahwa media sosial berperan dalam membentuk citra coffee shop sebagai “panggung” gaya hidup anak muda.

“Coffee shop jadi ruang publik baru. Selain tempat nongkrong, mereka juga jadi lokasi untuk menyaksikan fashion, musik, bahkan identitas kultural pengunjungnya,” jelas Shubuha.

Pemilik coffee shop, menurutnya, memanfaatkan tren ini sebagai strategi branding dan bisnis.

“Mereka mereplikasi atmosfer skena musik tahun 70-an yang inklusif dan dekat dengan pengunjung, tapi dikemas ulang dalam bentuk pertunjukan live music atau suasana interior yang mendukung interaksi,” jelasnya.

Ekspresi, Identitas, dan Tantangan Sosial
Meski tumbuh, perkembangan fashion skena Solo tetap menghadapi batasan—baik akses barang fashion yang terbatas dibanding kota besar, maupun tantangan sosial soal penerimaan publik terhadap gaya berpakaian yang dianggap "nyeleneh".

Namun bagi banyak anak muda Solo, gaya adalah medium menyampaikan jati diri dan mencari ruang aman untuk mengekspresikan siapa mereka sebenarnya.

“Yang penting bukan soal ikut tren, tapi soal berani jujur dengan diri sendiri lewat apa yang kita pakai,” pungkas Anisa.

Editor : Tri wahyu Cahyono
#fashion #skena #gaya #solo #tren