RADARSOLO.COM-Memulai perjalanan sebagai pelari, apalagi untuk mengikuti event race, memerlukan persiapan yang matang.
Bukan hanya soal fisik, tapi juga mental dan pola latihan yang tepat agar terhindar dari cedera serta dapat menikmati prosesnya.
Captain Nona Runners Artha Listya membagikan sejumlah tips penting bagi pemula yang baru pertama kali ingin mengikuti lomba lari.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mendaftar race lebih dulu.
“Persiapannya yang jelas harus daftar race, jadi bisa mengetahui tanggal sekian agendanya,” kata Artha kepada Jawa Pos Radar Solo.
Latihan Rutin Minimal 1 Bulan sebelum Race
Setelah mengetahui tanggal race, pelari pemula disarankan untuk melatih diri secara konsisten.
Latihan tidak bisa dilakukan secara mendadak, dan idealnya dilakukan minimal satu bulan sebelum hari H.
“Latihan bertujuan agar kaki dan badan tidak tersiksa saat race. Lebih baik tersiksa saat latihan daripada nangis waktu race,” ujarnya.
Jaga Pola Makan dan Cairan Tubuh
Selain latihan fisik, asupan nutrisi juga perlu dijaga. Artha menyebut, satu minggu sebelum race, penting untuk memperhatikan makanan yang masuk ke tubuh.
“Kami menjaga asupan makanan. Konsumsi yang tinggi protein, banyak minum cairan supaya tidak dehidrasi saat berlari. Gorengan dikurangi, dan jangan lupa makan makanan berserat,” jelas Artha.
Istirahat Cukup di H-1
Menjelang hari H, istirahat yang cukup sangat penting. Artha mengingatkan bahwa pemula sering kali mengalami grogi hingga susah tidur.
“Jangan sampai kurang tidur. Apalagi di hari race, kita harus bangun lebih pagi dari biasanya. Biasanya start lari itu habis Subuh, maksimal jam 6 pagi. Dan race itu on time, kalau dibilang jam 6, ya benar-benar start jam 6,” beber Artha.
Jangan Terpancing Emosi, Kenali Ritme Lari Sendiri
Artha juga menekankan pentingnya mengatur ritme lari sesuai kemampuan, agar tidak kehabisan energi di awal.
“Karena kita kayak berlomba, biasanya ke-trigger untuk lari kenceng kayak orang lain. Padahal lebih baik kontrol emosi, jangan terlalu nge-push di awal,” katanya.
Risiko seperti kram atau kelelahan bisa terjadi jika terlalu memaksakan diri. Maka, Artha menyarankan untuk memulai lari dengan santai.
“Kenali badan dulu. Kalau masih ada tenaga, bisa ditambah kecepatan di tengah atau akhir race. Ini justru lebih baik kalau bisa manage seperti itu,” pungkasnya. (nis/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono