RADARSOLO.COM - Film animasi berjudul Jumbo yang diputar di bioskop tengah populer di kalangan anak-anak.
Tapi perlu diperhatikan terkait waktu yang tepat untuk mengajak anak menonton film.
Termasuk hal apa saja yang harus diperhatikan sehingga menfaat didapat bisa maksimal dari kegiatan tersebut.
Anggarini dari Lembaga Pengembangan Diri Taman Edukasi Sekar Arum (Tesa), Kecamatan Ceper, Klaten menjelaskan, waktu yang tepat untuk mengajak anak nonton film ke bioskop setidaknya berusia lima tahun Anggarin
Setidaknya sudah mengenyam pendidikan di Taman Kanak-Kanak (TK).
“Kalau mengajak anak nonton film pada usia lima tahun ke atas, setidaknya bisa dikasih tahu untuk pipis dulu, duduknya yang sopan dan tidak menganggu orang lain. Masih bisa dikasih pemahaman. Berbeda kalau di bawah lima tahun terkadang masih minta ke toilet hingga menangis sehingga menganggu penonton lainnya,” ujar Anggarini saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (2/5/2025).
Lebih lanjut, Anggarini mengungkapkan, perlunya memberikan pemahaman kepada anak sebelum sampai ke bioskop.
Mulai dari suasananya yang gelap hingga suaranya yang begitu keras di bioskop.
“Jadi sejak dari rumah sudah diberi tahu dan bagaimana caranya bersikap. Dikarenakan akan bertemu banyak orang. Pastikan anak siap dengan kegelapan dan suara yang begitu menggelegar di bioskop,” tambah Anggarini.
Anggarini juga meminta orang tua untuk memastikan film yang hendak ditonton layak untuk anak-anak.
Bahkan sebaiknya orang tua sudah tahu terlebih dahulu terkait tokoh dan jalur ceritanya.
Tidak ada salahnya memperlihatkan trailer film yang hendak ditonton di rumah untuk memastikan anak bersedia menyaksikan di bioskop.
“Setidaknya dengan usia anak lima tahun sudah bisa diajak untuk berdiskusi setelah menonton film. Berbeda kalau kita mengajak anak di bawah usia lima tahun hanya akan tertarik secara visual saja,” ujar Anggarini.
Dia mengungkapkan, dari film yang ditonton terdapat hikmah yang bisa didiskusikan antara orang tua dan anak. Membicara soal tokoh hingga mampu meringkas cerita dari film yang ditonton.
Termasuk hal positif apa saja yang bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, juga bisa didiskusikan terkait hal apa saja yang tidak boleh dilakukan pada film tersebut kepada teman sebayanya dan orang lain. Begitu juga sikap apa saja yang bisa ditiru dari film.
“Melalui kegiatan menonton film bisa mengajarkan anak untuk bersosialisasi dengan orang lain. Bisa belajar adab juga, seperti kesopanan dan belajar bertoleransi dengan orang lain. Apalagi saat menonton film itu tidak boleh berisik, tidak boleh mengganggu dan berteriak-teriak,” ujar Anggarini.
Anggarini mengungkapkan, menonton film bisa untuk mengisi waktu kegiatan antara orang tua dan anak. Terlebih lagi kegiatan menonton film tidak harus dilakukan di bioskop tetapi juga bisa dilaksanakan di rumah atau lokasi lainnya.
“Menonton film kan bisa menjadi media pembelajaran. Apalagi bisa memperat bonding antara orang tua dengan anak, karena menonton film bisa dilakukan bersama-sama dalam keluarga,” ujar Anggarini. (ren/adi)
Editor : Adi Pras