RADARSOLO.COM-Di lereng Gunung Merapi, ada satu nama tanaman yang sangat dihormati oleh masyarakat sekitar.
Adalah tesek atau tengsek.
Tanaman ini secara ilmiah sebagai Dodonaea viscosa, bukan hanya sekadar pohon biasa.
Tesek atau tengsek tumbuh di medan sulit, menyimpan kekuatan alam.
Tesek atau tengsek memiliki daya adaptasi luar biasa. Ia tumbuh di wilayah tropis dan subtropis di berbagai benua: Asia Selatan, Afrika, Amerika Latin, hingga Australia.
Di Indonesia, terutama kawasan Merapi, tesek atau tengsek mudah ditemukan di tanah kering, berbatu, hingga daerah pantai dan pegunungan sampai ketinggian 2.800 mdpl.
Ketahanannya terhadap salinitas, kekeringan, dan polusi menjadikan tanaman ini populer untuk program rehabilitasi lahan, pengendalian erosi, hingga penahan abrasi di pesisir.
Tesek atau tengsek memiliki batang cokelat gelap, beralur, dan mengelupas.
Daunnya tebal, bergelombang, hijau mengilap.
Bunga kuning hingga oranye tumbuh di ujung batang, dan buahnya—kapsul merah—akan berubah menjadi coklat saat matang.
Cabangnya mengeluarkan resin lengket—ciri khas yang mudah dikenali.
Tesek bukan hanya dikenal di Indonesia. Di berbagai belahan dunia, manfaat medisnya telah diteliti. Daunnya mengandung senyawa aktif dengan manfaat:
- Anti-jamur & antimikroba
- Antioksidan & anti-radang
- Pereda nyeri
- Obat herpes & rematik
- Pelindung pencernaan
- Bahkan berpotensi sebagai anti-HIV
Di Hawaii, daunnya direbus untuk mengatasi sakit telinga.
Di Australia, tanaman ini dikenal sebagai native hopbush, digunakan dalam pengobatan tradisional suku Aborigin.
Kayu tesek atau tengsek disebut-sebut digunakan sebagai bahan landeyan atau gagang tombak pusaka Kiai Baru Klinthing milik Ki Ageng Mangir Wanabaya, tokoh besar dalam sejarah Mataram Islam.
Tombak ini menjadi lambang kekuatan dan pelindung, serta digunakan dalam berbagai upacara adat. Hingga kini, pusaka ini masih disakralkan dan dijaga di lingkungan Keraton Yogyakarta.
Ada dua jenis utama pohon tesek:
- Tesek Biasa – Kayu berwarna putih dengan garis-garis hitam khas.
- Tesek Wulung – Kayu coklat kehitaman yang akan semakin gelap seiring waktu, bahkan menjadi hitam legam.
- Kayu tesek dikenal keras, berat (tenggelam dalam air)
Tesek atau tengsek bukan sekadar pohon. Tapi simbol kekuatan alam, warisan leluhur, dan kepercayaan masyarakat yang hidup berdampingan dengan Gunung Merapi.
Dari pengobatan tradisional hingga pusaka keraton, dari keindahan bentuk hingga mistik yang menyelimuti—tesek adalah pohon bertuah yang mengakar dalam budaya Nusantara. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono