RADARSOLO.COM - Kalender Jawa masih menjadi pedoman penting bagi masyarakat, terutama untuk menentukan hari baik, merencanakan acara penting, hingga memahami karakter seseorang melalui weton.
Simak kalender Jawa hari ini, Sabtu 23 Agustus 2025, lengkap dengan pasaran, weton, dan watak hari menurut perhitungan tradisional Jawa.
Sistem Penanggalan Jawa
Dalam sistem penanggalan Jawa, terdapat 12 bulan yang mengikuti peredaran bulan (lunar calendar), dengan kombinasi siklus Pancawara (lima hari pasaran) dan Saptawara (tujuh hari dalam sepekan).
Pada Agustus 2025, kalender Jawa mencatat dua fase penting: Sapar (bulan kedua) dan Mulud (bulan ketiga).
Secara sistem, kalender Jawa lebih mirip kalender Hijriah karena menggunakan perhitungan lunar (qamariyah).
Bedanya, pergantian hari dalam kalender Jawa dimulai saat matahari terbenam (ba'da Magrib), bukan tengah malam seperti kalender Masehi.
Pasaran Jawa 23 Agustus 2025
Dalam kalender Jawa, hari dihitung tidak hanya berdasarkan kalender Masehi, tetapi juga menggunakan lima siklus pasaran: Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi.
Kombinasi antara hari dan pasaran disebut weton, yang dipercaya memiliki makna khusus dalam kehidupan masyarakat Jawa.
Masyarakat sering menggunakan perhitungan weton dan pasaran untuk menentukan hari baik, seperti pernikahan, pindah rumah, hingga acara adat lainnya. Berikut pasaran Jawa hari ini:
-
Kalender Jawa: 28 Sapar 1959
-
Kalender Masehi: 23 Agustus 2025
-
Kalender Hijriah: 29 Shafar 1447 H
-
Hari: Sabtu
-
Pasaran: Pahing
-
Weton: Sabtu Pahing
Watak Weton Sabtu Pahing
Weton Sabtu Pahing memiliki neptu 18, hasil penjumlahan nilai hari Sabtu (9) dan pasaran Pahing (9).
Orang yang lahir pada weton ini cenderung mudah tersulut emosi, tetapi kelebihannya adalah kemampuan untuk cepat melupakan kemarahan.
Mereka juga dikenal mudah memaafkan kesalahan orang lain.
Meski memiliki semangat hidup yang tinggi dan terkadang ceroboh, Sabtu Pahing lebih berhati-hati dalam urusan materi.
Selain itu, mereka dikenal sebagai pribadi yang selalu siap membantu teman yang sedang mengalami kesulitan.(np)
Editor : Nur Pramudito