RADARSOLO.COM - Pucuk merah menjadi salah satu tanaman yang sering dijumpai di ruang publik, baik taman kota, pinggir jalan hingga perkantoran.
Bahkan tanaman ini juga ditanam di pekarangan rumah. Tak disangka, ada banyak manfaat di dalamnya.
Berbeda dari tanaman hias lainnya, pucuk merah tidak menebar pesona dengan bunganya, melainkan dari daunnya.
Pucuk merah tumbuh dengan indah di kawasan hujan tropis seperti Indonesia dan daerah-daerah dataran rendah dengan cura hujan tinggi.
Tanaman ini dapat dengan mudah ditemui di pekarangan rumah, bahkan tak jarang menghiasi bahu-bahu jalan.
Pucuk merah dipercaya mengandung flavonoid, polifenol, senyawa aktif seperti steroid dan terpenoid yang dapat mencegah diabetes.
Tak hanya itu, pucuk merah juga dapat diolah menjadi teh herbal yang menghasilkan antioksidan alami.
Bambang Sugiharto, pemilik salah satu kios tanaman hias di Gentan, Baki, Sukoharjo mengungkapkan, pucuk merah sangat mudah dibudidayakan, bahkan tanpa memerlukan perawatan khusus.
Pucuk merah dapat diperbanyak lewat biji pohon yang biasanya tumbuh di sela-sela tangkai daun, dengan cara disemai di tanah yang gembur.
”Pengembangbiakannya melalui bijinya. Kalau sudah tua hitam-hitam, nanti disemaikan di tanah gembur,” jelas Bambang kepada Radarsolo.com, Sabtu (6/9/2025).
Pemilik kios tanaman di Jalan Mangesti Raya ini menambahkan, pucuk merah juga menjadi tanaman yang mudah dirawat.
”Termasuk ke dalam tanaman dengan batang keras. Makanya perawatannya gampang,” imbuhnya.
Meski begitu, pucuk merah tetap memerlukan treatment khusus untuk mempertahanan keindahannya.
Sesuai dengan namanya, keindahan tanaman ini terletak pada pucuk tiap batang daun yang berwarna merah dengan semburat oranye.
Menurut Bambang, untuk mempertahankan warna pucuk yang indah itu perlu dilakukan pemotongan (pruning) pucuk secara rutin. Hal ini untuk menjaga bentuk pucuk merah agar tetap rapi dan indah.
”Kalau mau bagus itu pucuknya dipotongin terus, nanti dia pucuknya merah gitu terus. Jadi begitu kembali ke hijau itu potong lagi,” terang Bambang.
Harga pucuk merah juga relatif terjangkau. Biasanya yang membedakan hanya dari segi tinggi tanamannya saja.
Menurut Bambang, harga pucuk merah biasanya konsisten, tidak seperti tanaman lain.
Seperti pandan bali yang meskipun ukurannya sama, harganya dapat bervariasi tergantung pada seni yang ada pada bentuk dahannya.
”Harganya itu nggak ada yang terlalu tinggi. Mulai dari Rp 25 ribuan,” bebernya.
Dengan harga terjangkau, pucuk merah sudah dapat menghiasi pekarangan rumah. Bambang sendiri menjual pucuk merah mulai dari tinggi satu meter.
”Ukuran satu meter itu harganya paling mahal Rp 50 ribuan. Kalau cari di petani malah cuma Rp 20 ribu,” tutur bambang.
Namun tanaman ini juga bisa tumbuh hingga tujuh sampai delapan meter. Maka dari itu, pucuk merah menjadi tanaman yang sangat cocok dijadikan koleksi mempercantik taman, anti ribet dan bisa degan mudah dibudidayakan. (mg7/adi)
Editor : Adi Pras