RADARSOLO.COM – Memiliki beragam varian menjadi kelebihan tersendiri bagi Ikan Cupang. Hal itu menegaskan sebagai salah satu ikan hias paling benyak dipelihara. Salah satu varian tersebut adalah Half Moon Nemo Koi yang memiliki keunikantersendiri.
Half Moon Nemo Koi bisa jadi alternatif pilihan bagi Anda yang suka dengan Ikan Nemo maupun bagi yang demen dengan Ikan Koi.
Salah satu peternak ikan cupang, Aditya, 35 mengaku salah satu varian ikan cupang yang terbilang unik adalah cupang Half Moon Nemo Koi. Ikan yang direkayasa lewat pembiakam selektif ini telah melalui berbagai tahapan rekayasa genetika.
Mulai dari varian Half Moon yang dikenal indah pada bagian siripnya, varian Nemo yang menonjol warnanya, hingga varian koi yang digadang pola atau motifnya menyerupai ikan koi.
”Salah satu keunikan karena sudah melalui berbagai tahapan rekayasa genetika. Jadi sudah berkali-kali disilangkan sampai akhirnya seperti ini,” ujar Aditya kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (13/9).
Saat booming dulu, banyak pelanggannya mencari varian yang satu ini. Karena sebagai alternatif dalam memelihara ikan yang perawatanya rumit dan harganya tinggi.
Sebagai contoh, sekali waktu ada pelanggannya yang terterik membeli karena terispirasi dari Ikan Nemo laut yang sempat dipelihara.
Namun karena ikan nemo laut memiliki perawatan detail yang cukup menguras waktu, akhirnya pelanggannya memilih Half Moon Nemo Koi.
Kemudian pada suatu waktu berbeda, rekannya penghobi koi tiba-tiba tertarik untuk memboyong Half Moon Nemo Koi miliknya. Alasannya tertarik dengan keindahan warna dan pola yang seperti versi mungil dari Ikan Koi.
Rekannya itu ingin memelihara di akuarium kecil untuk dipajang di kamar. Sehingga akhirnya memutuskan membeli Cupang Half Moon Nemo Koi milik peternak Cupang asal Mojosongo itu.
”Kalau dulu bisa sampai Rp 250 ribu per ekor, per pasang ya bisa Rp 500 ribu. Tetapi sekarang paling sudah tidak semahal dulu,” kata Adit.
Kelebihan lain dari ikan cupang adalah tidak dibutuhkannya perawatan ekstra. Ikan cupang tak perli akuarium besar.
Cupang juga tidak butuh sistem filterasi karena cukup pergantian air saja secara rutin. Tak hanya itu, cupang juga tidak perlu sistem aerasi di akuarium tempatnya hidup.
”Yang penting pakannya saja. Kalau butuh pembesaran diberi cacing sutra, kalau untuk menguatkan warna diberi pelet khusus untuk warna. Tetapi yang paling gampang dipelihara karena tidak memakan tempat,” jelas dia. (ves/adi)
Editor : Adi Pras