Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sajian Penuh Doa: 10 Hidangan Ikonik Tahun Baru Imlek dan Makna Filosofis di Baliknya

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 23 Januari 2026 | 19:16 WIB
Ilustrasi Imlek 2026.
Ilustrasi Imlek 2026.

RADARSOLO.COM-Tahun Baru Imlek identik dengan momen kebersamaan keluarga dan sajian istimewa di meja makan.

Setiap hidangan bukan hanya soal rasa, tetapi juga mengandung makna simbolis mulai dari harapan panjang umur, kelimpahan rezeki, hingga keharmonisan keluarga.

Berikut 10 rekomendasi masakan untuk Tahun Baru Imlek yang bisa jadi inspirasi menu di rumah.

Ilustrasi kue keranjang.
Ilustrasi kue keranjang.

1. Kue Keranjang (Nián Gāo)

Kue keranjang merupakan salah satu hidangan paling ikonik saat Tahun Baru Imlek.

Dalam bahasa Mandarin, nian berarti “tahun” dan gao berarti “tinggi”, sehingga kue ini dimaknai sebagai harapan agar kehidupan di tahun baru menjadi lebih baik, lebih tinggi, dan lebih makmur dari tahun sebelumnya.

Teksturnya yang lengket juga dipercaya sebagai simbol perekat keharmonisan keluarga, mempererat hubungan antaranggota keluarga.

Kue keranjang bisa disantap langsung, dikukus, atau diolah menjadi camilan lezat seperti digoreng dengan telur atau dilapisi kelapa parut.

Ilustrasi mi panjang umur.
Ilustrasi mi panjang umur.

2. Mi Panjang Umur(Cháng Shòu Mi atau Yī Miàn)

Mi panjang umur melambangkan doa untuk umur panjang, kesehatan, dan kelancaran hidup. Panjang mi yang utuh menjadi simbol kehidupan yang tidak terputus.

Karena itu, saat memasaknya, mi ini tidak dianjurkan untuk dipotong. Biasanya disajikan dengan kuah ringan atau digoreng sederhana dengan sayur dan daging, sehingga maknanya tetap terjaga tanpa menghilangkan cita rasa.

Ilustrasi Tang Yuan.
Ilustrasi Tang Yuan.

3. Tang Yuan

Tang Yuan adalah bola-bola ketan yang disajikan dalam kuah manis dan melambangkan kebersamaan, keharmonisan, dan keutuhan keluarga.

Bentuknya yang bulat dimaknai sebagai simbol persatuan dan hubungan yang utuh tanpa terputus.

Hidangan ini sering disantap saat Imlek atau Cap Go Meh sebagai doa agar keluarga selalu rukun, hangat, dan dipenuhi kebahagiaan

Ilustrasi ikan kukus.
Ilustrasi ikan kukus.

4. Ikan Kukus

Dalam budaya Tionghoa, ikan memiliki makna khusus yang berarti “kelebihan” atau “kelimpahan”. Ikan kukus melambangkan harapan akan rezeki yang berlimpah dan selalu bersisa.

Cara memasak dengan dikukus dipilih agar rasa alami ikan tetap terjaga, sekaligus melambangkan kesederhanaan dan keseimbangan.

Ilustrasi pangsit Cina.
Ilustrasi pangsit Cina.

5. Dumpling / Pangsit Cina (Jiǎozi)

Bentuk jiǎozi menyerupai yuanbao, yaitu batangan emas atau perak yang digunakan sebagai alat tukar pada zaman Tiongkok kuno.

Karena itulah, dumpling dipercaya sebagai simbol kemakmuran, kekayaan, dan keberuntungan finansial. Menyantap dumpling saat Imlek dimaknai sebagai doa agar rezeki di tahun baru terus mengalir.

Ilustrasi telur rebus teh.
Ilustrasi telur rebus teh.

6. Telur Rebus Teh (Cha Ye Dan)

Dalam filosofi Tionghoa, telur melambangkan awal kehidupan, kesuburan, dan harapan baru. Karena itu, telur rebus teh kerap disajikan sebagai simbol permulaan yang baik di tahun baru, harapan akan keberuntungan, serta keseimbangan antara kerja keras dan ketenangan hidup.

Selain bermakna filosofis, Cha Ye Dan juga praktis dan fleksibel.

Hidangan ini bisa disantap sebagai camilan, lauk pendamping nasi, atau pelengkap hidangan besar saat kumpul keluarga Imlek.

Rasanya yang tidak terlalu berat membuatnya cocok dinikmati oleh semua usia.

Ilustrasi Yu Seng.
Ilustrasi Yu Seng.

7. Yu Sheng

Nama yu berarti ikan, sedangkan sheng bermakna tumbuh atau berkembang, sehingga Yu Sheng melambangkan kemakmuran, pertumbuhan, dan rezeki berlimpah.

Ciri khas Yu Sheng terletak pada tradisi “Lo Hei”, yaitu mengaduk dan mengangkat salad bersama-sama setinggi mungkin sambil mengucapkan doa dan harapan baik.

Semakin tinggi diangkat, dipercaya semakin besar pula keberuntungan yang akan datang.

Yu Sheng biasanya terdiri dari irisan ikan mentah, sayuran segar berwarna-warni, dan saus manis-asam.

Hidangan ini menjadi simbol kebersamaan, optimisme, dan harapan akan tahun yang lebih baik.

Ilustrasi bebek panggang.
Ilustrasi bebek panggang.

8. Bebek Panggang

Bebek panggang kerap disajikan dalam perayaan besar karena melambangkan kesetiaan, kemakmuran, dan keberuntungan.

Aromanya yang khas serta penyajiannya yang istimewa menjadikan hidangan ini simbol kemewahan dan rasa syukur atas rezeki yang telah diterima sepanjang tahun.

Ilustrasi sup jamur.
Ilustrasi sup jamur.

9. Sup Jamur

Jamur sering dikaitkan dengan kesehatan dan umur panjang. Sup jamur yang hangat melambangkan ketenangan, kehangatan, serta harapan akan tubuh yang sehat di tahun yang baru.

Hidangan ini biasanya disantap pada malam Imlek sebagai penyeimbang menu dan penutup yang menenangkan.

Ilustrasi manisan buah.
Ilustrasi manisan buah.

10. Manisan Buah di wadah segi delapan(Bā Bǎo Hé)

Manisan buah melambangkan kehidupan yang manis dan penuh kebahagiaan. Wadah segi delapan dipilih karena angka delapan (ba) dipercaya membawa keberuntungan dan kemakmuran.

Baca Juga: Imlek 2026 Tanggal Berapa? Ini Tradisi dan Makna Tahun Baru Imlek di Indonesia

Berisi aneka permen, buah kering, dan biji-bijian, sajian ini biasanya menjadi penutup jamuan Imlek sekaligus simbol harapan baik untuk tahun yang baru.

Sajian khas Imlek bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga punya makna dan doa baik untuk masa depan. D

Dengan menyajikan hidangan yang tepat, momen Tahun Baru Imlek dapat menjadi waktu berkumpul yang lebih hangat, penuh kebersamaan, serta membawa harapan akan kesehatan, keberuntungan, dan kebahagiaan bagi seluruh keluarga. (agna/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#imlek #doa #makna #Harapan #Filosofis #Tahun Baru Cina #cina #hidangan #tahun baru imlek 2026 #Menu khas #tradisi