Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

5 Buah yang Identik dengan Imlek dan Makna Filosofisnya dalam Budaya Tionghoa

Tri wahyu Cahyono • Senin, 26 Januari 2026 | 07:06 WIB
Ilustrasi jeruk mandarin.
Ilustrasi jeruk mandarin.

RADARSOLO.COM-Dalam tradisi Tahun Baru Imlek, buah-buahan bukan sekadar sajian pelengkap di meja tamu.

Bagi masyarakat Tionghoa, buah memiliki makna simbolik yang merepresentasikan doa, harapan, dan nilai kehidupan.

Setiap buah dipilih dengan pertimbangan filosofi, mulai dari warna, bentuk, rasa, hingga makna yang diwariskan secara turun-temurun.

Berikut lima buah yang paling identik dengan perayaan Imlek beserta makna filosofisnya dalam budaya Tionghoa.

Jeruk Mandarin

Jeruk mandarin menjadi simbol paling kuat dalam perayaan Imlek.

Dalam budaya Tionghoa, warna oranye keemasan jeruk mandarin melambangkan kemakmuran dan keberuntungan karena menyerupai warna emas.

Selain itu, pelafalan nama jeruk mandarin kerap dikaitkan dengan datangnya rezeki dan keberuntungan.

Makna filosofis jeruk mandarin juga berkaitan dengan harapan akan kehidupan yang seimbang dan harmonis.

Karena itu, jeruk mandarin sering disajikan dalam jumlah genap sebagai simbol keseimbangan.

Memberikan jeruk mandarin kepada tamu atau kerabat dimaknai sebagai doa agar penerimanya mendapat rezeki, kesehatan, dan keberhasilan di tahun yang baru.

Tebu

Baca Juga: Imlek 2026: Makna Warna Merah yang Selalu Hadir dalam Perayaan Tahun Baru China

Tebu memiliki tempat tersendiri dalam tradisi Imlek, meski tidak selalu dikonsumsi secara langsung.

Dalam filosofi budaya Tionghoa, tebu melambangkan kehidupan yang manis, pertumbuhan, dan keteguhan dalam menjalani hidup.

Batang tebu yang lurus dan beruas-ruas dimaknai sebagai perjalanan hidup manusia yang dilalui secara bertahap.

Setiap ruas melambangkan proses dan usaha sebelum mencapai keberhasilan.

Rasa manis tebu menjadi simbol harapan agar kehidupan di tahun baru dipenuhi kebahagiaan, rezeki, dan hubungan yang harmonis.

Sementara kekuatan batangnya mencerminkan ketahanan dalam menghadapi tantangan.

Delima

Delima dikenal sebagai simbol kesuburan dan keberkahan dalam budaya Tionghoa.

Banyaknya biji dalam satu buah delima dimaknai sebagai harapan akan keturunan yang banyak, keluarga yang berkembang, serta keberlanjutan generasi.

Makna filosofis delima juga berkaitan dengan keberlimpahan dan kebersamaan.

Menyajikan delima saat Imlek menjadi doa agar keluarga diberi keberkahan, keharmonisan, serta hubungan yang erat antargenerasi. Buah ini kerap diasosiasikan dengan harapan akan kehidupan keluarga yang penuh dan utuh.

Pomelo (Jeruk Bali)

Pomelo atau jeruk bali melambangkan kemakmuran, perlindungan, dan keutuhan keluarga.

Baca Juga: Tutup Perayaan Imlek di Solo, Teguh Prakosa Pamitan

Ukurannya yang besar dimaknai sebagai simbol rezeki yang melimpah, sementara bentuknya yang bulat dan utuh melambangkan kebersamaan dan persatuan keluarga.

Dalam tradisi Tionghoa, pomelo juga sering dikaitkan dengan makna keselamatan dan perlindungan.

Karena itu, buah ini kerap disajikan atau dijadikan persembahan saat sembahyang leluhur menjelang Imlek.

Menyajikan pomelo menjadi simbol doa agar keluarga dijauhkan dari hal-hal buruk dan diberi kehidupan yang aman serta sejahtera.

Pir

Pir dimaknai sebagai simbol umur panjang dan kesehatan dalam budaya Tionghoa.

Buah ini sering diasosiasikan dengan harapan akan kehidupan yang stabil, tenang, dan berkelanjutan.

Makna filosofis pir juga mencerminkan keseimbangan hidup.

Rasanya yang segar dan teksturnya yang lembut dimaknai sebagai pengingat agar manusia menjalani kehidupan dengan kesabaran dan ketenangan.

Menyajikan pir saat Imlek menjadi doa agar keluarga diberikan kesehatan, umur panjang, dan kehidupan yang harmonis di tahun yang baru.

Menyiapkan sajian buah-buahan dalm perayaan Imlek menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan.

Buah-buahan menjadi media simbolik untuk menyampaikan doa, harapan, dan nilai-nilai kehidupan yang dijunjung tinggi dalam budaya Tionghoa, terutama tentang keharmonisan keluarga, ketekunan, dan kesejahteraan bersama. (agna/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Imlek 2026 #pomelo #jeruk mandarin #buah #Jeruk Bali #perayaan imlek #delima #buah imlek #tahun baru imlek #Filosofis #Tahun Baru Cina #pir #tebu #keberuntungan