Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Merawat Harmoni dan Tradisi: 10 Simbolisme Budaya Tionghoa dalam Perayaan Tahun Baru Imlek

Tri wahyu Cahyono • Selasa, 27 Januari 2026 | 11:25 WIB
Ilustrasi pertunjukan barongsai untuk rayakan Imlek 2026.
Ilustrasi pertunjukan barongsai untuk rayakan Imlek 2026.

RADARSOLO.COM – Tahun Baru Imlek bukan sekadar pesta kembang api atau pergantian kalender lunar.

Bagi masyarakat Tionghoa, momentum ini merupakan ruang untuk memperbaiki hubungan, menata ulang kehidupan, serta menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan penghormatan kepada leluhur.

Hingga kini, berbagai tradisi Imlek terus dirawat sebagai identitas budaya yang hidup di Indonesia.

Berikut adalah 10 tradisi yang sarat akan makna filosofis dan nilai-nilai luhur:

Bersih-Bersih Rumah: Ritual Penyucian Diri

Membersihkan rumah sebelum Imlek dimaknai sebagai proses menyapu energi buruk di masa lalu.

Tradisi ini mencerminkan keyakinan bahwa lingkungan yang suci akan mendatangkan keharmonisan bagi penghuninya.

Sembahyang Leluhur: Wujud Filial Piety

Praktik ini menekankan nilai bakti (Xiao) kepada orang tua dan leluhur.

Tradisi ini mengajarkan bahwa kesejahteraan generasi saat ini tidak terlepas dari doa dan jasa para pendahulu.

Makan Malam Keluarga (Reunion Dinner)

Berkumpul di meja makan mencerminkan nilai persatuan.

Baca Juga: Pancarkan Aura Baru di Tahun Baru Imlek 2026: 10 Rekomendasi Gaya Rambut Cewek untuk Tampil Menawan

Makan malam ini dipercaya sebagai cara terkuat untuk mempererat ikatan kekeluargaan dan memulai tahun dengan keharmonisan.

Angpao: Perlindungan dan Harapan Baik

Lebih dari sekadar uang, amplop merah atau Angpao adalah simbol perlindungan dari nasib buruk.

Warna merahnya menjadi doa agar si penerima memperoleh kesehatan dan keberuntungan berlimpah.

Warna Merah: Magnet Energi Positif

Warna merah identik dengan pengusir kesialan. Dalam budaya Tionghoa, merah dianggap mampu mendatangkan keberanian, kebahagiaan, dan semangat baru untuk menghadapi masa depan.

Kue Keranjang (Nian Gao): Perekat Keakraban

Teksturnya yang lengket melambangkan keakraban antaranggota keluarga yang tidak mudah lepas.

Namanya sendiri bermakna harapan agar kualitas kehidupan terus menanjak setiap tahunnya.

Lampion: Penerang Jalan Masa Depan

Lampion melambangkan cahaya dan harapan. Menyalakan lampion adalah simbol doa agar langkah hidup di tahun yang baru senantiasa terang dan terhindar dari ketersesatan.

Barongsai dan Liong: Penolak Bala Spiritual

Pertunjukan tarian singa dan naga ini diyakini mampu mengusir energi negatif dan roh jahat.

Baca Juga: Imlek 2026: 5 Makanan Pembawa Sial yang Pantang Ada saat Kumpul Keluarga

Selain hiburan, tradisi ini adalah simbol keberanian dan perlindungan spiritual bagi komunitas.

Menjaga Ucapan dan Etika

Saat Imlek, setiap kata negatif dan pertengkaran harus dihindari.

Budaya Tionghoa percaya bahwa ucapan yang baik di awal tahun akan menentukan keberuntungan dan ketenangan sepanjang 12 bulan ke depan.

Tradisi Berkunjung: Solidaritas Sosial

Saling berkunjung (Sincia) tidak hanya untuk keluarga inti, tetapi juga kerabat dan tetangga.

Ini merupakan refleksi dari nilai solidaritas sosial untuk menjaga kebersamaan antar sesama anggota komunitas. (agna/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Imlek 2026 #kue keranjang #liong #ritual #angpao #perayaan imlek #Tahun Baru Cina #tahun baru #spiritual #lampion #warna merah #tradisi