Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Lebih dari Sekadar Uang Saku Tahun Baru Imlek: Menelusuri Sejarah dan Filosofi Angpao sebagai Penolak Bala

Tri wahyu Cahyono • Senin, 2 Februari 2026 | 18:56 WIB
Ilustrasi angpao.
Ilustrasi angpao.

RADARSOLO.COM– Amplop merah atau Angpao merupakan simbol yang paling melekat dalam perayaan Tahun Baru Imlek.

Namun, di balik antusiasme anak-anak saat menerimanya, Angpao menyimpan sejarah panjang ribuan tahun yang berakar dari kepercayaan tentang perlindungan dan doa keselamatan.

Etimologi: Bungkus Merah yang Bermakna

Secara etimologis, Angpao berasal dari bahasa Mandarin Hongbao.

Dalam dialek Hokkian yang populer di Indonesia, Ang berarti merah dan Pao berarti bungkus atau dompet.

Jadi, makna aslinya merujuk pada "bungkus merah", bukan nominal uang yang ada di dalamnya.

Sejarah: Dari Benang Merah hingga Amplop Kertas

Tradisi ini bermula di Tiongkok kuno sebagai bentuk kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya.

Dahulu, Angpao bukan berupa amplop, melainkan uang logam yang diikat dengan benang merah.

Ikatan ini disebut Ya Sui Qian, yang dipercaya mampu mengusir roh jahat dan menangkal energi buruk bagi anak-anak.

Seiring waktu, kantong kain merah atau dompet kain mulai digunakan menggantikan benang.

Memasuki era modern, barulah amplop kertas merah sekali pakai menjadi standar yang digunakan hingga sekarang.

Baca Juga: Fakta Unik! Kenapa Tahun Baru Imlek Selalu Jatuh antara Januari hingga Februari?

Warna merah dipilih bukan tanpa alasan. Dalam kebudayaan Tionghoa, merah adalah representasi api yang melambangkan keberuntungan, kegembiraan, dan kekuatan yang mampu mengusir nasib buruk.

Pantangan Angka dalam Angpao

Dalam tradisi Tionghoa, angka memiliki getaran simbolis yang sangat kuat. Memberi Angpao pun memiliki etika terkait nominal di dalamnya:

Hindari Angka 4: Pelafalan angka empat (Si) sangat mirip dengan kata "Mati".

Memberikan uang dengan nominal yang mengandung angka 4 dianggap sebagai doa yang kurang baik.

Hindari Angka Ganjil: Angka ganjil biasanya diasosiasikan dengan uang duka cita. Untuk perayaan bahagia seperti Imlek, jumlah genap sangat dianjurkan.

Angka Keberuntungan: Angka 8 menjadi primadona karena pelafalannya mirip dengan kata "Kemakmuran" (Fa), serta angka 6 yang melambangkan "Kelancaran".

Angpao di Indonesia

Pasca-reformasi, tradisi Angpao di Indonesia mengalami perkembangan pesat.

Kini, Angpao tidak hanya eksklusif di lingkup keluarga, tetapi menjadi simbol kepedulian sosial yang lebih luas.

Dalam konteks kekinian, Angpao dimaknai sebagai jembatan silaturahmi.

Nilai materi di dalamnya hanyalah perantara, sementara pesan utamanya adalah doa agar sang penerima mendapatkan keselamatan, keberkahan, dan rezeki yang lancar sepanjang tahun yang baru. (agna)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#arti warna merah angpao #filosofi angpao #sejarah angpao imlek #tahun baru imlek #penolak bala #Tahun Baru Cina #amplop merah #uang saku