Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ingatkan tentang Berharganya Waktu: Filosofi Keris Kyai Korowelang Milik Pangeran Samber Nyawa Pendiri Kabupaten Karanganyar,

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 6 Mei 2026 | 14:16 WIB
Tugu Pusaka di depan Kantor Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri tempat menyimpan pusaka Pangeran Sambernyawa. Foto kanan, pusaka Pangeran Samber Nyawa dikeluarkan dari Tugu Pusaka untuk dijamas. (ISTIMEWA)
Tugu Pusaka di depan Kantor Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri tempat menyimpan pusaka Pangeran Sambernyawa. Foto kanan, pusaka Pangeran Samber Nyawa dikeluarkan dari Tugu Pusaka untuk dijamas. (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM – Jejak perjuangan Raden Mas Said atau yang lebih dikenal dengan julukan Pangeran Samber Nyawa masih tersimpan rapi di Kabupaten Wonogiri.

Sebuah bangunan bersejarah bernama Tugu Pusaka, yang terletak tepat di depan Kantor Kecamatan Selogiri, menjadi rumah bagi tiga pusaka legendaris sang pangeran.

Baca Juga: Solo Dapat Kucuran Rp5 Miliar, Museum Keris dan Radya Pustaka Siap Direvitalisasi Total Sentuh Pengunjung Gen Z

Uniknya, desain arsitektur Tugu Pusaka yang dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VII pada tahun 1935 ini memiliki kemiripan dengan bentuk Candi Sukuh yang berada di lereng Gunung Lawu, Karanganyar.

Tiga Pusaka Utama

Di dalam tugu ini, tersimpan tiga senjata andalan Pangeran Samber Nyawa yang menjadi simbol kedaulatan dan keberanian:

  1. Keris Kyai Korowelang

  2. Tombak Kyai Totog

  3. Tombak Kyai Jaladara

Anatomi dan Makna Kyai Korowelang

Keris Kyai Korowelang menjadi pusaka yang paling ikonik. Keris ini memiliki 13 luk (kelokan pada bilah).

Dalam khazanah perkerisan, Kyai Korowelang memiliki ricikan atau rancang bangun yang terdiri dari kembang kacang jalen, satu lambe gajah, dan ripandan.

Baca Juga: Keris hingga Naskah Kuno Dipamerkan di Museum Radya Pustaka

Lebih dari sekadar senjata, nama "Korowelang" mengandung pesan mendalam tentang kehidupan:

Pesan Spiritual dan Waktu

Filosofi di balik nama tersebut menyiratkan pesan spiritual bahwa hidup di dunia hanyalah sementara.

Manusia diingatkan untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga: Dhuwung Gumelang, Pameran Internasional Keris Fest ke-6 di ISI Surakarta: Peserta dari Luar Negeri Ikut Berpartisipasi

Sebab, bagi mereka yang menyia-nyiakan waktu selama hidup, hal tersebut akan menjadi sesuatu yang "mematikan" di kemudian hari, layaknya racun atau bisa ular welang yang sangat berbahaya.

Hingga kini, Tugu Pusaka tersebut masih menjadi simbol penghormatan masyarakat Selogiri terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Pangeran Samber Nyawa. (wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#keris pusaka pangeran samber nyawa #kyai korowelang #tugu pusaka #filosofi #wonogiri