RADARSOLO.COM – Jejak perjuangan Raden Mas Said atau yang lebih dikenal dengan julukan Pangeran Samber Nyawa masih tersimpan rapi di Kabupaten Wonogiri.
Sebuah bangunan bersejarah bernama Tugu Pusaka, yang terletak tepat di depan Kantor Kecamatan Selogiri, menjadi rumah bagi tiga pusaka legendaris sang pangeran.
Uniknya, desain arsitektur Tugu Pusaka yang dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VII pada tahun 1935 ini memiliki kemiripan dengan bentuk Candi Sukuh yang berada di lereng Gunung Lawu, Karanganyar.
Tiga Pusaka Utama
Di dalam tugu ini, tersimpan tiga senjata andalan Pangeran Samber Nyawa yang menjadi simbol kedaulatan dan keberanian:
-
Keris Kyai Korowelang
-
Tombak Kyai Totog
-
Tombak Kyai Jaladara
Anatomi dan Makna Kyai Korowelang
Keris Kyai Korowelang menjadi pusaka yang paling ikonik. Keris ini memiliki 13 luk (kelokan pada bilah).
Dalam khazanah perkerisan, Kyai Korowelang memiliki ricikan atau rancang bangun yang terdiri dari kembang kacang jalen, satu lambe gajah, dan ripandan.
Baca Juga: Keris hingga Naskah Kuno Dipamerkan di Museum Radya Pustaka
Lebih dari sekadar senjata, nama "Korowelang" mengandung pesan mendalam tentang kehidupan:
-
Perkoro Piweling lan Piwulang: Bermakna pengingat dan pelajaran bahwa waktu yang telah berlalu tidak akan pernah bisa kembali.
-
Waktu dan Bisa Ular: Ada pula yang mengartikan Koro sebagai waktu dan Welang sebagai nama ular berbisa.
Pesan Spiritual dan Waktu
Filosofi di balik nama tersebut menyiratkan pesan spiritual bahwa hidup di dunia hanyalah sementara.
Manusia diingatkan untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sebab, bagi mereka yang menyia-nyiakan waktu selama hidup, hal tersebut akan menjadi sesuatu yang "mematikan" di kemudian hari, layaknya racun atau bisa ular welang yang sangat berbahaya.
Hingga kini, Tugu Pusaka tersebut masih menjadi simbol penghormatan masyarakat Selogiri terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Pangeran Samber Nyawa. (wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono