RADARSOLO.COM - Film dokumenter berjudul Rahasia Tempa Sang Empu dijadwalkan tayang dalam rangkaian acara Solo Heritage Festival 2026.
Eksibisi sinema yang mengangkat rekam jejak serta keahlian para pembuat keris Nusantara ini diselenggarakan pada Sabtu hingga Minggu (13–14 Juni 2026) mulai pukul 19.00 bertempat di Bale Pangenggar, Taman Balekambang, Surakarta.
Karya audio visual yang diproduseri Imron Rosyid serta diarahkan sutradara Panji Satrio ini berfokus pada eksplorasi kehidupan serta keahlian spesifik para Empu Keris.
Baca Juga: Update Bursa Transfer Liga 1: Deri Corfe Dilepas, PSIM Jogja Siapkan Striker Baru yang Lebih Ganas?
Dalam tatanan kebudayaan Jawa, para perajin senjata tradisional tersebut dipandang memiliki kedudukan istimewa karena rekam jejak kemampuannya dalam mengombinasikan disiplin ilmu metalurgi, nilai estetika seni, ketepatan kalkulasi teknis, laku batin, serta pengalaman yang diwariskan secara komunal antargenerasi.
Dokumenter ini berupaya menjawab premis dasar mengenai latar belakang mengapa figur seorang Empu kerap diidentikkan dengan narasi kesaktian dalam tradisi Nusantara.
Alih-alih mengeksploitasi aspek sensasional, alur cerita film ini diarahkan untuk memberikan sudut pandang reflektif bahwa reputasi keahlian tersebut dibangun berdasarkan fondasi pengetahuan empiris, kedisiplinan kerja, kedalaman penghayatan spiritual, serta konsistensi dedikasi yang diasah dalam kurun waktu panjang.
Melalui pendekatan visual sinematik, penonton disajikan tahapan teknis pengolahan material besi mentah hingga bertransformasi menjadi produk kebudayaan bernilai tinggi.
Setiap aktivitas penempaan logam menggunakan palu, pembentukan struktur lipatan material besi, serta pengaturan suhu api diilustrasikan sebagai satu kesatuan proses mekanis yang membentuk karakteristik fisik sebilah keris sekaligus merepresentasikan draf catatan peradaban sejarah Nusantara.
Di tengah dinamika perkembangan teknologi manufaktur modern, peluncuran dokumenter Rahasia Tempa Sang Empu ini diposisikan sebagai media pengingat mengenai eksistensi serta relevansi dari sistem pengetahuan tradisional asli Indonesia yang masih bertahan hingga saat ini.
Narasi film menegaskan bahwa kapasitas kerja seorang Empu melampaui batas definisi keterampilan teknis konvensional, melainkan menjadi bentuk manifestasi hubungan timbal balik antara manusia, ketersediaan sumber daya alam, dan pelestarian identitas budaya.
Penyelenggaraan agenda pemutaran film di kawasan cagar budaya Taman Balekambang ini ditargetkan dapat memperluas cakupan diseminasi informasi serta pengenalan kembali terhadap nilai-nilai historis dari draf tradisi perkerisan domestik kepada publik, utamanya kelompok generasi muda.
Langkah ini juga diorientasikan sebagai draf stimulus untuk memperkuat pengakuan publik terhadap eksistensi keris sebagai salah satu dokumen mahakarya warisan budaya Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan secara internasional. (dam)
Editor : Tri Wahyu Cahyono