Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Lama Nggak Dengar Kata Ini? 8 Istilah yang Pernah Akrab, Kini Mulai Menghilang

Inayah Choirunisa • Jumat, 10 Juli 2026 | 14:00 WIB
Foto: Novita - Pinterest
Foto Wartel di Kartosuro (Novita - Pinterest)

RADARSOLO.COM - Pernah mendengar istilah seperti wartel, pager, atau disket? Bagi sebagian orang, kata-kata tersebut mungkin langsung mengingatkan pada masa sebelum internet dan ponsel pintar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, bagi generasi yang lahir dan tumbuh di era digital, beberapa istilah itu bisa jadi terdengar asing.

Bahasa selalu bergerak mengikuti perkembangan zaman. Ketika sebuah benda, teknologi, atau kebiasaan mulai ditinggalkan, kosakata yang berkaitan dengannya pun perlahan ikut jarang digunakan. Meski begitu, istilah-istilah ini pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Dua Proyek Besar di Boyolali Mulai Dilelang, Pasar Karanggede dan Puskesmas Juwangi Jadi Prioritas

1. Wartel (Warung Telepon)

Sebelum hampir semua orang memiliki telepon seluler, wartel menjadi tempat andalan untuk menghubungi keluarga atau kerabat yang berada di luar kota. Pengguna membayar biaya telepon sesuai lama percakapan.

Kini, keberadaan wartel nyaris tidak lagi ditemukan karena telah tergantikan oleh ponsel dan layanan panggilan berbasis internet.

Baca Juga: Terungkap! Kronologi Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring OTT KPK hingga Diterbangkan ke Jakarta

2. Warnet (Warung Internet)

Pada awal tahun 2000-an, warnet menjadi tempat favorit untuk mengakses internet. Banyak pelajar datang ke warnet untuk mengerjakan tugas sekolah, mencari informasi, hingga bermain gim daring bersama teman.

Seiring semakin mudahnya akses internet melalui ponsel dan Wi-Fi, jumlah warnet pun terus berkurang.

3. Pager

Sebelum telepon genggam berkembang pesat, pager atau beeper menjadi salah satu alat komunikasi yang cukup populer.

Perangkat ini hanya dapat menerima pesan singkat, sehingga penerima tetap harus mencari telepon untuk memberikan balasan.

4. SMS (Short Message Service)

Jauh sebelum WhatsApp, Telegram, atau aplikasi pesan instan lainnya, SMS merupakan cara utama mengirim pesan melalui telepon seluler.

Karena jumlah karakter yang terbatas, banyak orang menggunakan singkatan seperti "sy", "dr", atau "gmn" agar pesan tetap muat dalam satu kiriman.

5. VCD (Video Compact Disc)

Menonton film di rumah dulu identik dengan VCD. Cakram ini digunakan untuk memutar film, konser, hingga karaoke menggunakan pemutar VCD. Kini, layanan streaming membuat penggunaan VCD semakin jarang ditemui.

6. Walkman

Sebelum musik dapat diputar melalui ponsel atau layanan streaming, banyak orang mendengarkan lagu menggunakan walkman.

Perangkat pemutar kaset portabel ini memungkinkan pengguna menikmati musik melalui headphone saat bepergian. Untuk mengganti lagu, pengguna harus memutar kaset secara manual menggunakan tombol rewind atau fast forward. Kini, walkman hampir tidak lagi digunakan sejak hadirnya pemutar musik digital dan smartphone.

7. Disket

Sebelum hadirnya flashdisk dan penyimpanan berbasis cloud, disket menjadi media penyimpanan data yang umum digunakan. Meski kapasitasnya hanya sekitar 1,44 MB, disket pernah menjadi perangkat penting untuk menyimpan dokumen teks.

8. Tustel

Kata "tustel" dulu sering digunakan untuk menyebut kamera film. Berbeda dengan kamera digital atau ponsel saat ini, hasil jepretan kamera tustel tidak bisa langsung dilihat. Film di dalamnya harus dicuci terlebih dahulu sebelum foto dapat dicetak.

Editor : Kabun Triyatno
#wartel #warnet #disket #musik #film