RADARSOLO.COM - Belakangan ini, journaling semakin populer di media sosial. Banyak orang membagikan isi buku jurnal mereka yang dipenuhi tulisan rapi, stiker, hingga ilustrasi berwarna. Tak sedikit pula yang mulai tertarik mencobanya sebagai cara untuk menenangkan pikiran atau sekadar mengabadikan cerita sehari-hari.
Sayangnya, keinginan untuk mulai menulis sering kali terhenti karena satu pertanyaan sederhana, "Harus mulai dari mana?"
Padahal, journaling tidak memiliki aturan baku. Tidak harus ditulis setiap hari, tidak perlu menggunakan buku yang estetik, dan tidak harus menghasilkan tulisan yang puitis. Pada dasarnya, journaling adalah ruang untuk menuangkan pikiran dan perasaan secara bebas. Jika masih bingung harus menulis apa, beberapa ide berikut bisa menjadi langkah awal.
Baca Juga: Siapa Rachmat Gobel? Pengusaha dan Politisi yang Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun
1. Tulis tiga hal yang kamu syukuri
Cara paling mudah memulai journaling adalah dengan mencatat tiga hal yang membuatmu bersyukur hari ini. Hal tersebut tidak harus sesuatu yang besar.
Secangkir kopi hangat di pagi hari, tugas yang selesai tepat waktu, atau obrolan singkat dengan teman pun bisa menjadi alasan untuk bersyukur. Kebiasaan sederhana ini membantu kita lebih menghargai hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian.
2. Ceritakan momen yang paling berkesan hari ini
Tidak perlu menuliskan semua aktivitas dari bangun tidur hingga malam. Cukup pilih satu kejadian yang paling membekas, baik menyenangkan, mengecewakan, maupun lucu. Dengan menuliskannya, kita dapat mengingat kembali pengalaman tersebut sekaligus memahami perasaan yang muncul saat mengalaminya.
3. Buat daftar target untuk besok
Journaling juga bisa dimanfaatkan untuk menyusun rencana. Tuliskan beberapa hal yang ingin diselesaikan keesokan hari, mulai dari tugas kuliah, pekerjaan, hingga waktu untuk beristirahat. Cara ini dapat membantu pikiran terasa lebih terorganisasi sebelum mengakhiri hari.
4. Tuangkan isi pikiran tanpa disensor
Saat pikiran terasa penuh atau suasana hati sedang tidak menentu, cobalah menulis apa pun yang ada di kepala. Jangan khawatir soal ejaan, struktur kalimat, atau apakah tulisanmu akan dibaca orang lain. Anggap jurnal sebagai tempat yang aman untuk mengeluarkan isi pikiran tanpa takut dihakimi.
5. Tuliskan pelajaran yang didapat hari ini
Setiap hari selalu ada sesuatu yang bisa dipelajari, baik dari pengalaman pribadi, percakapan dengan orang lain, maupun kesalahan yang pernah dilakukan. Mencatatnya dapat menjadi pengingat sekaligus bahan refleksi agar pengalaman tersebut tidak mudah terlupakan.
6. Buat mood tracker sederhana
Jika kesulitan menulis panjang, cobalah mencatat suasana hati setiap hari. Kamu bisa memberi nilai, menggunakan warna tertentu, atau cukup menuliskan satu kata seperti "senang", "lelah", "cemas", atau "bersemangat". Setelah beberapa waktu, catatan ini dapat membantu mengenali pola perubahan suasana hati.
7. Tulis surat untuk diri sendiri
Sesekali, cobalah menulis surat seolah-olah kamu sedang berbicara dengan diri sendiri. Berikan apresiasi atas usaha yang sudah dilakukan, tuliskan harapan, atau sekadar mengingatkan bahwa tidak apa-apa jika hari ini belum berjalan sesuai rencana.
Pada akhirnya, journaling bukan tentang seberapa indah tulisan atau seberapa tebal buku yang berhasil diisi. Kebiasaan ini lebih tentang menyediakan waktu untuk berhenti sejenak, mengenali diri sendiri, dan merekam berbagai cerita yang mungkin suatu hari nanti akan menjadi kenangan. Jadi, jika masih ragu untuk memulai, tak ada salahnya membuka halaman pertama dan menuliskan satu kalimat sederhana hari ini.
Editor : Kabun Triyatno