RADARSOLO.COM - Deretan laptop terbuka, kabel pengisi daya yang memenuhi meja, serta segelas kopi yang perlahan mulai dingin menjadi pemandangan yang semakin mudah ditemui di berbagai kafe. Bukan sekadar tempat bersantai, kafe kini menjelma menjadi ruang belajar alternatif bagi banyak mahasiswa.
Fenomena ini mungkin menimbulkan pertanyaan. Di tengah banyaknya pilihan tempat belajar gratis, seperti perpustakaan kampus atau kos, mengapa banyak mahasiswa justru rela mengeluarkan uang puluhan ribu rupiah hanya untuk mengerjakan tugas di kafe?
Dikutip dari penelitian yang berjudul “Analisis Dampak Lingkungan Kelas terhadap Konsentrasi Belajar Siswa”, faktor-faktor seperti pencahayaan yang memadai, suhu ruangan yang nyaman, tingkat kebisingan yang rendah, serta penataan ruangan yang rapi secara signifikan memengaruhi tingkat konsentrasi siswa.
Baca Juga: Siapa Rachmat Gobel? Pengusaha dan Politisi yang Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun
Hal tersebutlah yang menjadikan kafe sangat diminati untuk mengerjakan tugas. Suasana yang ditawarkan berbeda dengan kos yang sering dipenuhi distraksi atau perpustakaan yang memiliki aturan lebih ketat. Kafe dinilai mampu menghadirkan suasana yang lebih santau dan nyaman untuk belajar.
Perubahan fungsi kafe juga mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Jika dahulu identik sebagai tempat berkumpul atau menikmati kopi, kini banyak kafe yang menyediakan fasilitas ramah bagi pelajar dan pekerja, mulai dari akses internet yang stabil hingga area kerja yang tenang. Kondisi tersebut membuat kafe tidak lagi dipandang sekadar tempat nongkrong, melainkan ruang produktif untuk belajar dan berdiskusi.
Fenomena tersebut sejalan dengan sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa kafe telah berkembang menjadi third place atau "ruang ketiga", yakni ruang di luar rumah dan kampus yang dimanfaatkan untuk beraktivitas, termasuk belajar. Kenyamanan, kelengkapan fasilitas, serta suasana yang mendukung menjadi faktor utama yang mendorong mahasiswa memilih kafe sebagai tempat mengerjakan tugas.
Baca Juga: Dua Proyek Besar di Boyolali Mulai Dilelang, Pasar Karanggede dan Puskesmas Juwangi Jadi Prioritas
Selain faktor kenyamanan, lingkungan di dalam kafe juga dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar. Melihat orang lain yang sedang bekerja dengan laptop atau membaca buku dapat menciptakan suasana yang mendorong seseorang untuk ikut fokus menyelesaikan pekerjaannya. Tidak sedikit mahasiswa yang merasa lebih disiplin ketika belajar di ruang publik dibandingkan saat berada di kamar kos.
Di sisi lain, pilihan tersebut tentu memiliki konsekuensi. Untuk dapat menikmati fasilitas kafe, pengunjung umumnya harus membeli makanan atau minuman dengan harga yang bervariasi, mulai dari sekitar Rp20 ribu hingga lebih dari Rp50 ribu. Jika dilakukan beberapa kali dalam seminggu, pengeluaran untuk "nugas di kafe" tentu tidak sedikit.
Kendati demikian, bagi sebagian mahasiswa, biaya tersebut dianggap sepadan dengan manfaat yang diperoleh. Alih-alih hanya membeli secangkir kopi, mereka juga mendapatkan suasana yang nyaman, fasilitas pendukung, dan lingkungan yang membantu meningkatkan konsentrasi. Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan bahwa penggunaan coffee shop sebagai ruang belajar berkaitan dengan meningkatnya motivasi serta produktivitas mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akademik.