Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Berani Coba? Luangkan 24 Jam Tanpa Media Sosial Akhir Pekan Ini

Inayah Choirunisa • Jumat, 10 Juli 2026 | 13:55 WIB
Gambar: Gobookmart - Pinterest
Gambar: Gobookmart - Pinterest

RADARSOLO.COM - Akhir pekan sering menjadi waktu untuk beristirahat setelah menjalani rutinitas yang padat. Namun, tanpa disadari, waktu luang tersebut justru banyak dihabiskan dengan menggulir media sosial selama berjam-jam. Baru membuka ponsel sebentar untuk membalas pesan, tahu-tahu sudah berpindah dari Instagram ke TikTok, lalu berakhir menonton video tanpa henti.

Kalau kamu merasa kebiasaan itu sudah terlalu sering terjadi, tidak ada salahnya mencoba tantangan sederhana di akhir pekan ini: 24 jam tanpa media sosial.

Tantangan ini bukan berarti harus mematikan ponsel seharian atau menghilang dari dunia digital. Kamu tetap bisa menggunakan gawai untuk keperluan penting, seperti berkomunikasi melalui pesan singkat, menerima panggilan, atau mengakses aplikasi yang berkaitan dengan pekerjaan maupun kuliah. Yang perlu dihindari hanyalah kebiasaan membuka media sosial secara berulang tanpa tujuan yang jelas.

Baca Juga: Prediksi Skor Spanyol vs Belgia 8 Besar Piala Dunia 2026: Rekor Nirbobol La Roja Diuji Setan Merah

Meski terdengar mudah, tantangan ini bisa menjadi ujian tersendiri. Mungkin tangan akan refleks membuka aplikasi favorit, muncul rasa penasaran terhadap unggahan terbaru teman, atau bahkan muncul kekhawatiran akan tertinggal informasi. Perasaan seperti itu dikenal dengan istilah fear of missing out (FOMO) dan cukup umum dialami pengguna media sosial.

Namun, jika berhasil melewatinya, manfaat yang dirasakan bisa lebih besar daripada yang dibayangkan.

Baca Juga: Proyek Jalan Pandanaran Boyolali Rp7,5 Miliar Resmi Ditunda, Anggaran Dialihkan ke Ruas Prioritas

Dilansir dari penelitian berjudul Digital Detox: Dampak Positif Puasa Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Generasi Milenial dan Gen Z, jeda dari media sosial mampu mengurangi tingkat kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, serta memperbaiki fokus dan ketenangan pikiran.

Praktik digital detox juga membuka peluang bagi interaksi sosial secara langsung yang lebih bermakna sekaligus memberi ruang untuk melakukan refleksi terhadap kebiasaan mengonsumsi konten digital.

Lalu, apa yang bisa dilakukan selama 24 jam tanpa media sosial?

Kamu bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk membaca buku yang sudah lama tertunda, berjalan santai di sekitar rumah, berolahraga, mencoba resep baru, menonton film bersama keluarga, atau mulai menulis jurnal untuk mencatat hal-hal yang dirasakan sepanjang hari.

Aktivitas sederhana seperti mengobrol tanpa terdistraksi notifikasi juga bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Jika merasa kesulitan, cobalah menghapus sementara aplikasi media sosial dari layar utama ponsel, mematikan notifikasi, atau menyimpan ponsel di tempat yang tidak mudah dijangkau.

Langkah kecil tersebut dapat membantu mengurangi keinginan untuk membuka media sosial secara spontan.

Pada akhirnya, tujuan tantangan ini bukan untuk membuktikan bahwa media sosial adalah sesuatu yang buruk.

Sebaliknya, digital detox menjadi kesempatan untuk melihat kembali bagaimana kita menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Siapa tahu, setelah 24 jam berlalu, kamu justru menyadari bahwa ada banyak waktu yang selama ini terlewat karena terlalu sering menatap layar.

Jadi, bagaimana? Mumpung akhir pekan sudah di depan mata, beranikah kamu mencoba tantangan 24 jam tanpa media sosial?

 

Editor : Kabun Triyatno
#digital detox #media sosial #tantangan #24 jam #Aktivitas