RADARSOLO.COM - Boneka berwajah murung dengan mata sayu dan ekspresi datar belakangan sering menghiasi beranda media sosial. Tidak hanya menjadi pajangan di meja kerja atau kamar, karakter bernama Hirono juga terlihat menggantung di tas, menghiasi dashboard mobil, hingga menjadi bintang dalam berbagai konten unboxing.
Meski memiliki ekspresi yang jauh dari kata ceria, Hirono justru berhasil mencuri perhatian para kolektor designer toys maupun anak muda. Tak sedikit yang rela mengantre atau mengeluarkan ratusan ribu rupiah demi mendapatkan karakter favorit mereka.
Lantas, apa yang membuat Hirono begitu digemari?
Baca Juga: Hafal Lirik Lagu, Lupa Isi Buku? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Hirono merupakan karakter designer toy yang diciptakan oleh seniman asal China, Lang. Karakter ini diproduksi oleh POP MART, perusahaan yang dikenal melalui berbagai koleksi blind box. Berbeda dengan boneka pada umumnya yang menampilkan wajah ceria, Hirono hadir dengan ekspresi sendu, mata berkaca-kaca, dan raut wajah yang menggambarkan beragam emosi manusia, seperti kesepian, kebingungan, kehilangan, hingga harapan.
Setiap seri Hirono mengangkat tema yang berbeda. Mulai dari perjalanan hidup, mimpi masa kecil, hubungan antarmanusia, hingga proses seseorang mengenal dirinya sendiri. Karena itu, banyak kolektor menilai Hirono bukan sekadar mainan, melainkan karya seni yang memiliki cerita di balik setiap karakternya.
Popularitas Hirono juga tidak lepas dari tren blind box. Saat membeli satu kotak, pembeli tidak mengetahui karakter apa yang akan mereka dapatkan hingga kemasan dibuka. Sensasi kejutan inilah yang membuat pengalaman mengoleksi terasa lebih seru dan memicu banyak orang untuk kembali membeli demi memperoleh karakter incaran atau edisi rahasia (secret edition).
Media sosial turut mempercepat penyebaran tren tersebut. Video unboxing Hirono di TikTok, Instagram, dan YouTube kerap menarik jutaan penonton. Tidak sedikit kreator konten yang membagikan momen ketika berhasil mendapatkan karakter langka atau justru memperoleh karakter yang sama berkali-kali. Fenomena tersebut memunculkan rasa penasaran sekaligus mendorong semakin banyak orang untuk ikut mencoba.
Di kalangan Gen Z, Hirono juga dianggap memiliki daya tarik emosional. Ekspresi wajahnya yang sederhana justru dinilai mampu menggambarkan berbagai perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Banyak orang merasa karakter tersebut merepresentasikan rasa lelah, overthinking, kesepian, maupun proses bertumbuh yang sering dialami dalam kehidupan sehari-hari.
Tak heran jika Hirono tidak hanya dijadikan koleksi, tetapi juga sebagai aksesori yang menemani aktivitas sehari-hari. Mulai dari gantungan tas, pajangan meja kerja, hingga dekorasi kamar, kehadiran Hirono menjadi bagian dari cara anak muda mengekspresikan diri.
Editor : Kabun Triyatno