Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Mengapa Sebagian Anak Perempuan Tidak Menyukai Warna Pink? Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya

Annas Rohmanda Purbaningrum • Kamis, 16 Juli 2026 | 17:15 WIB
Ilustrasi Anak Perempuan yang Tidak Menyukai Warna Pink. (AI Generated)
Ilustrasi Anak Perempuan yang Tidak Menyukai Warna Pink. (AI Generated)

RADARSOLO.COM - Saat memilih tas, sepatu, atau alat tulis, tidak sedikit anak perempuan yang justru menghindari warna pink. Padahal, sejak bayi mereka kerap dikelilingi pakaian, mainan, hingga berbagai perlengkapan berwarna merah muda.

Lantas, mengapa sebagian anak perempuan justru tidak menyukai warna yang selama ini identik dengan perempuan?

Para peneliti menjelaskan bahwa anak perempuan tidak terlahir dengan kecenderungan alami untuk menyukai warna pink. Preferensi terhadap warna lebih banyak dibentuk oleh lingkungan, budaya, dan pengalaman sejak kecil. Penelitian yang diterbitkan dalam Child Development menunjukkan bahwa anak mulai mengaitkan warna dengan identitas gender melalui proses belajar, bukan karena faktor biologis.

Baca Juga: Acuh Bukan Berarti Tidak Peduli, Ini 6 Kata yang Sering Salah Dipahami

Ketika bertambah besar, sebagian anak perempuan juga mulai membangun identitas dirinya. Warna pink yang sering dikaitkan dengan sosok perempuan yang lembut, anggun, atau identik dengan putri membuat beberapa anak memilih warna lain sebagai cara menunjukkan kepribadiannya. Penolakan terhadap warna pink pun dapat menjadi bentuk penolakan terhadap stereotip gender yang mereka rasakan.

Menariknya, warna pink tidak selalu identik dengan perempuan. Sejarawan mode, Jo B. Paoletti, menjelaskan bahwa pada awal abad ke-20, pink justru lebih sering dikaitkan dengan anak laki-laki karena dianggap sebagai turunan warna merah yang melambangkan keberanian. Sementara itu, biru dinilai lebih cocok untuk anak perempuan. Pembagian warna seperti yang dikenal saat ini baru berkembang pada pertengahan abad ke-20.

Baca Juga: Bukan Sekadar ‘Hujan’, Bahasa Indonesia Punya Banyak Kata untuk Menggambarkan Hal yang Mirip

Meski demikian, menyukai atau tidak menyukai warna pink sama-sama merupakan hal yang normal. Pada akhirnya, warna hanyalah preferensi pribadi yang dipengaruhi banyak faktor. Tidak ada warna yang secara alami dikhususkan untuk laki-laki maupun perempuan.

 

Editor : Kabun Triyatno
gender perempuan warna anak pink