Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Sering Sulit Fokus atau Mudah Lupa? Kenali Fenomena Brain Fog

Inayah Choirunisa • Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:00 WIB
Mari kenali apa itu brain fog.
Mari kenali apa itu brain fog.
RADARSOLO.COM - Pernah merasa sulit berkonsentrasi saat bekerja atau belajar, padahal sudah tidur cukup? Atau tiba-tiba lupa apa yang ingin dilakukan beberapa detik setelah membuka pintu kamar? Tidak sedikit orang juga mengaku kesulitan menemukan kata yang ingin diucapkan ketika sedang berbicara, meski sebenarnya mengetahui jawabannya.

Kondisi seperti ini sering disebut brain fog. Meski istilah tersebut semakin populer di media sosial, brain fog bukanlah diagnosis atau penyakit tertentu. Sebaliknya, brain fog merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekumpulan gejala yang berkaitan dengan menurunnya fungsi kognitif, seperti sulit berkonsentrasi, mudah lupa, pikiran terasa lambat, hingga kesulitan memproses informasi.

Baca Juga: Harga Wuling Aira EV Rp 100 Jutaan? Ini Spesifikasi Lengkapnya Jelang Debut di Indonesia

Gejala brain fog dapat dialami siapa saja, baik pelajar, mahasiswa, maupun pekerja. Kondisi ini biasanya bersifat sementara, tetapi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika berlangsung terus-menerus.

Seseorang yang mengalami brain fog mungkin merasa pikirannya seperti "berkabut". Ia tetap dapat menjalankan aktivitas, tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami informasi, mengambil keputusan, atau menyelesaikan pekerjaan yang biasanya terasa mudah.

Misalnya, seseorang membaca satu paragraf berulang kali tetapi tidak memahami isinya. Ada pula yang membuka ponsel untuk melakukan sesuatu, tetapi beberapa detik kemudian justru lupa tujuan awalnya. Situasi seperti ini cukup umum dan tidak selalu menandakan adanya gangguan kesehatan yang serius.

Baca Juga: Hipdut, Saat Hip Hop dan Dangdut Bertemu Menjadi Musik Favorit

Lalu, apa yang menyebabkan brain fog?

Berbagai faktor dapat memengaruhinya. Salah satu penyebab yang paling umum adalah kurang tidur. Saat seseorang tidak memperoleh waktu istirahat yang cukup, otak tidak memiliki kesempatan optimal untuk memulihkan diri dan memproses informasi yang diperoleh sepanjang hari. Akibatnya, kemampuan berkonsentrasi dan mengingat dapat menurun keesokan harinya.

Selain itu, stres juga menjadi salah satu pemicu utama. Ketika seseorang mengalami tekanan dalam waktu lama, tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan otak dalam mengatur perhatian, memori, dan proses berpikir.

Baca Juga: Martin, Leader CORTIS yang Sukses Meniti Karir sebagai Produser Musik

Terlalu lama menatap layar gawai juga dapat membuat seseorang merasa cepat lelah secara mental. Aktivitas yang berpindah-pindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain, menerima notifikasi tanpa henti, hingga melakukan banyak pekerjaan sekaligus dapat meningkatkan beban kognitif. Akibatnya, otak menjadi lebih sulit mempertahankan fokus dalam waktu yang lama.

Dalam beberapa kasus, brain fog juga dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu, seperti infeksi, gangguan hormon, kekurangan vitamin, efek samping obat, maupun masa pemulihan setelah sakit. Oleh karena itu, apabila keluhan berlangsung dalam waktu lama atau disertai gejala lain yang mengganggu, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk mengurangi gejala brain fog, ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan. Tidur yang cukup selama tujuh hingga sembilan jam per malam menjadi salah satu langkah penting karena kualitas tidur sangat berpengaruh terhadap fungsi otak. Selain itu, mengatur waktu istirahat di sela pekerjaan, mengurangi penggunaan gawai secara berlebihan, berolahraga secara rutin, serta mengonsumsi makanan bergizi juga dapat membantu menjaga kemampuan kognitif.

Tidak kalah penting, hindari memaksakan diri bekerja terus-menerus tanpa jeda. Memberikan waktu bagi otak untuk beristirahat dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan produktivitas.

Pada dasarnya, sesekali merasa lupa atau sulit fokus merupakan hal yang wajar, terutama ketika tubuh sedang lelah atau menghadapi banyak tekanan. Namun, jika kondisi tersebut semakin sering terjadi dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan anggap remeh. Mengenali penyebabnya sejak dini dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan otak sekaligus meningkatkan kualitas hidup.

Editor : Kabun Triyatno
brain fog medis istirahat konsentrasi fokus