Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Besok Senin Lagi... Kenapa Minggu Sore Sering Bikin Cemas?

Inayah Choirunisa • Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:00 WIB
Sunday Scaries adalah rasa cemas menjelang hari Senin akibat perubahan waktu santai ke rutinitas padat. Kondisi ini bisa diatasi dengan menyusun prioritas lebih awal dan menjaga kualitas istirahat di akhir pekan. Gambar: Pinterest.
Sunday Scaries adalah rasa cemas menjelang hari Senin akibat perubahan waktu santai ke rutinitas padat. Kondisi ini bisa diatasi dengan menyusun prioritas lebih awal dan menjaga kualitas istirahat di akhir pekan. Gambar: Pinterest.

RADARSOLO.COM - Hari Minggu seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat setelah menjalani rutinitas yang padat. Namun, tidak sedikit orang justru mulai merasa gelisah ketika akhir pekan memasuki sore atau malam hari. Pikiran tentang tugas yang belum selesai, rapat pada Senin pagi, pekerjaan yang menumpuk, atau aktivitas sekolah dan kuliah sering kali muncul tanpa diundang.

Fenomena tersebut dikenal dengan istilah Sunday Scaries. Meski bukan diagnosis atau gangguan kesehatan mental, Sunday Scaries merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan rasa cemas, khawatir, atau tidak tenang menjelang dimulainya kembali rutinitas pada hari Senin.

Baca Juga: Nggak Langsung Jatuh Cinta, Justru Ini yang Bikin Hubungan Slow Burn Terasa Spesial

Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja. Bahkan, orang yang menyukai pekerjaannya pun tetap bisa merasakan Sunday Scaries, terutama ketika mengetahui bahwa pekan berikutnya akan dipenuhi berbagai tanggung jawab.

Gejalanya pun beragam. Ada yang merasa suasana hati berubah ketika sore tiba, sulit menikmati sisa waktu libur, sulit tidur pada Minggu malam, hingga terus memikirkan daftar pekerjaan yang harus diselesaikan keesokan harinya. Sebagian orang bahkan mengaku sudah merasa tidak bersemangat sejak melihat kalender yang menunjukkan hari Minggu.

Mengapa hal ini bisa terjadi?

Baca Juga: Mobil Listrik Murah Baru! Wuling Aira EV Segera Meluncur di Indonesia, Harga Diprediksi Rp 100 Jutaan

Salah satu penyebabnya adalah adanya perubahan dari waktu istirahat menuju rutinitas. Selama akhir pekan, banyak orang memiliki kebebasan untuk bangun lebih siang, berkumpul dengan keluarga, bepergian, atau menjalankan hobi. Ketika hari Minggu berakhir, otak mulai menyadari bahwa masa santai tersebut akan segera berganti dengan berbagai tuntutan pekerjaan atau kegiatan belajar.

Selain itu, Sunday Scaries juga dapat dipicu oleh tekanan yang dirasakan selama hari kerja. Misalnya, beban pekerjaan yang tinggi, tugas kuliah yang belum selesai, target yang harus dicapai, atau jadwal yang sangat padat. Semakin besar tekanan yang diperkirakan akan dihadapi pada hari Senin, semakin besar pula kemungkinan seseorang merasakan kecemasan pada Minggu sore.

Baca Juga: Apa Itu “Manchild”? Kenapa Ada Orang Dewasa yang Sulit Bersikap Dewasa?

Kebiasaan menunda pekerjaan hingga akhir pekan juga dapat memperburuk kondisi ini. Alih-alih benar-benar beristirahat, sebagian orang justru menghabiskan hari Minggu untuk menyelesaikan tugas yang tertunda. Akibatnya, waktu libur terasa kurang berkualitas dan pikiran tetap dipenuhi urusan pekerjaan.

Penggunaan media sosial juga bisa ikut berpengaruh. Melihat unggahan orang lain yang tampak menikmati akhir pekan terkadang membuat seseorang merasa waktu liburnya belum dimanfaatkan dengan baik. Perasaan tersebut dapat memunculkan tekanan tambahan ketika akhir pekan hampir berakhir.

Meski umum terjadi, Sunday Scaries sebaiknya tidak diabaikan apabila terus muncul setiap minggu dan mulai mengganggu kualitas hidup. Kondisi tersebut bisa menjadi sinyal bahwa seseorang membutuhkan pola istirahat yang lebih baik atau perlu mengevaluasi sumber stres yang dihadapi selama hari kerja.

Ada beberapa cara sederhana yang dapat membantu mengurangi Sunday Scaries. Salah satunya adalah menyiapkan kebutuhan untuk hari Senin sejak Sabtu atau Minggu pagi, seperti merapikan meja kerja, menyiapkan pakaian, atau menyusun daftar prioritas. Dengan begitu, beban pikiran menjelang malam dapat sedikit berkurang.

Mengisi akhir pekan dengan aktivitas yang benar-benar menyenangkan juga penting. Bertemu keluarga, berolahraga, membaca buku, atau sekadar berjalan santai dapat membantu tubuh dan pikiran memperoleh waktu pemulihan yang cukup sebelum kembali beraktivitas.

Tidak kalah penting, usahakan tetap menjaga jam tidur pada akhir pekan. Tidur terlalu larut pada Sabtu atau Minggu malam dapat membuat tubuh semakin sulit beradaptasi saat harus bangun pagi keesokan harinya.

Pada dasarnya, merasa sedikit cemas menjelang hari Senin merupakan hal yang wajar. Namun, jika rasa cemas itu muncul hampir setiap akhir pekan hingga mengganggu waktu istirahat, mungkin sudah saatnya memperhatikan kembali keseimbangan antara pekerjaan, sekolah, kuliah, dan waktu untuk diri sendiri. Bagaimanapun, akhir pekan seharusnya menjadi kesempatan untuk memulihkan tenaga, bukan justru dipenuhi kecemasan menghadapi hari berikutnya.

Editor : Kabun Triyatno
sunday scaries media sosial rutinitas Aktivitas cemas