Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Begadang Seminggu, Tidur Seharian saat Akhir Pekan? Ternyata Utang Tidur Tidak Bisa Lunas dalam Semalam

Inayah Choirunisa • Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:45 WIB
Utang tidur akibat begadang seminggu tidak bisa lunas hanya dengan tidur seharian saat akhir pekan. Kebiasaan ini justru bisa mengganggu jam biologis dan memicu berbagai risiko masalah kesehatan jangka panjang. Gambar: Pinterest
Utang tidur akibat begadang seminggu tidak bisa lunas hanya dengan tidur seharian saat akhir pekan. Kebiasaan ini justru bisa mengganggu jam biologis dan memicu berbagai risiko masalah kesehatan jangka panjang. Gambar: Pinterest

RADARSOLO.COM - Banyak orang menganggap tidur lebih lama saat akhir pekan dapat mengganti waktu istirahat yang hilang selama hari kerja. Setelah beberapa malam begadang karena pekerjaan, tugas kuliah, atau menonton serial hingga larut, Sabtu atau Minggu sering dimanfaatkan untuk tidur hingga siang dengan harapan tubuh kembali segar.

Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Dalam dunia kesehatan, kondisi ini dikenal dengan istilah sleep debt atau utang tidur, yaitu akumulasi waktu tidur yang hilang akibat seseorang tidak memperoleh waktu istirahat sesuai kebutuhannya selama beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu.

Baca Juga: Apa Itu “Manchild”? Kenapa Ada Orang Dewasa yang Sulit Bersikap Dewasa?

Sleep debt bukan berarti seseorang benar-benar memiliki "utang" yang harus dibayar. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan selisih antara kebutuhan tidur dan jumlah tidur yang benar-benar diperoleh.

Sebagai contoh, orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam. Jika seseorang hanya tidur lima jam selama beberapa hari berturut-turut, tubuh akan mengalami kekurangan waktu istirahat yang terus menumpuk.

Banyak orang mencoba "membayar" kekurangan tersebut dengan tidur lebih lama pada akhir pekan. Meski cara ini dapat membantu mengurangi rasa kantuk dan membuat tubuh terasa lebih segar, para ahli menegaskan bahwa utang tidur tidak bisa sepenuhnya dilunasi hanya dengan satu malam tidur panjang.

Baca Juga: Apa Itu Drag Path? Tren TikTok yang Berawal dari Jejak Perjuangan dan Berkembang Menjadi Simbol Kenangan

Mengapa demikian?

Selama tidur, tubuh menjalankan berbagai proses penting, mulai dari memperbaiki jaringan tubuh, mengatur hormon, memperkuat sistem kekebalan, hingga membantu otak menyimpan dan mengolah informasi yang diperoleh sepanjang hari. Ketika seseorang terus-menerus kurang tidur, berbagai proses tersebut ikut terganggu.

Akibatnya, seseorang dapat lebih sulit berkonsentrasi, mudah lupa, lebih cepat lelah, serta mengalami penurunan produktivitas. Dalam jangka panjang, kurang tidur yang berlangsung terus-menerus juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes tipe 2, hingga penyakit jantung.

Baca Juga: Nggak Langsung Jatuh Cinta, Justru Ini yang Bikin Hubungan Slow Burn Terasa Spesial

Tidur lebih lama pada akhir pekan memang dapat membantu memulihkan sebagian kondisi tubuh, terutama jika kekurangan tidur hanya terjadi dalam waktu singkat. Namun, jika pola begadang berlangsung hampir setiap hari, satu kali tidur panjang tidak cukup untuk mengembalikan seluruh fungsi tubuh seperti semula.

Selain itu, tidur terlalu lama pada akhir pekan juga dapat mengganggu jam biologis tubuh. Ketika seseorang bangun jauh lebih siang dari biasanya, tubuh bisa kesulitan tidur pada Minggu malam. Akibatnya, Senin pagi justru terasa lebih berat karena waktu tidur kembali berkurang.

Para ahli lebih menyarankan untuk menjaga jadwal tidur yang konsisten setiap hari dibandingkan mengandalkan tidur panjang pada akhir pekan. Jika memang memiliki utang tidur, cobalah menambah durasi tidur sekitar 30 hingga 60 menit setiap malam secara bertahap hingga kebutuhan tidur kembali terpenuhi.

Menerapkan kebiasaan sederhana juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, seperti mengurangi penggunaan gawai menjelang waktu tidur, menghindari konsumsi kafein pada malam hari, menjaga kamar tetap nyaman, serta tidur dan bangun pada jam yang relatif sama setiap hari.

Di tengah kesibukan bekerja, belajar, atau beraktivitas, tidur sering kali menjadi hal pertama yang dikorbankan. Padahal, tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat, melainkan kebutuhan biologis yang berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik maupun mental.

Karena itu, jika selama ini Anda terbiasa begadang sepanjang minggu lalu berharap bisa "membayar" semuanya dengan tidur hingga siang pada akhir pekan, mungkin sudah saatnya mengubah kebiasaan tersebut. Tidur lebih lama memang dapat membantu tubuh merasa lebih baik, tetapi cara terbaik untuk menghindari utang tidur tetaplah memenuhi kebutuhan tidur setiap malam secara konsisten.

Editor : Kabun Triyatno
sleep debt kualitas tidur istirahat produktivitas begadang