Ingin Me Time di Malam Hari? Ini Deretan Penyanyi dengan Lagu yang Bikin Suasana Makin Tenang

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 17:00 WIB
Ilustrasi Seorang Perempuang yang Sedang Me Time di Taman. (AI Generated)
Ilustrasi Seorang Perempuang yang Sedang Me Time di Taman. (AI Generated)

RADARSOLO.COM - Setelah menjalani hari yang padat, banyak orang memilih menghabiskan malam dengan me time. Ada yang menikmati secangkir kopi, membaca buku, menyelesaikan pekerjaan, berkendara tanpa tujuan, hingga sekadar duduk sambil menatap langit malam. Momen seperti ini sering kali terasa kurang lengkap tanpa ditemani musik yang mampu menciptakan suasana tenang.

Belakangan, playlist malam banyak diisi lagu-lagu dari keshi, HYBS, Daniel Caesar, yungkai, hingga wave to earth. Meski berasal dari negara dan genre musik yang berbeda, kelima musisi tersebut memiliki satu kesamaan, yakni mampu menghadirkan lagu-lagu dengan nuansa yang hangat, tenang, dan emosional sehingga cocok menemani waktu sendiri.

Lantas, apa yang membuat lagu-lagu mereka terasa begitu pas didengarkan saat malam hari?

Baca Juga: Baru Kenal Oasis? Ini 7 Lagu yang Wajib Masuk Playlist

Jawabannya terletak pada karakter musik yang sering digambarkan sebagai chill dan dreamy. Kedua istilah ini bukanlah genre musik, melainkan cara untuk menjelaskan suasana yang dihadirkan sebuah lagu. Musik bernuansa chill umumnya memiliki tempo yang pelan hingga sedang, aransemen yang sederhana, dan vokal yang lembut sehingga nyaman didengarkan dalam waktu lama. Sementara itu, nuansa dreamy menghadirkan atmosfer yang terasa luas, hangat, dan sedikit "melayang" berkat penggunaan efek suara seperti reverb dan echo.

Karakter tersebut sangat terasa dalam karya-karya keshi yang memadukan alternative R&B dengan bedroom pop dan lo-fi. Lagu-lagunya seperti drunk, UNDERSTAND, atau beside you terdengar intim, seolah penyanyinya sedang bercerita langsung kepada pendengarnya. Berbeda dengan keshi, HYBS menghadirkan perpaduan indie pop, funk, dan city pop yang lebih ringan serta ceria, tetapi tetap mempertahankan nuansa santai yang cocok menemani sore hingga malam hari.

Baca Juga: Temani Perjalanan, Ini Dia Lagu Keshi yang Wajib Kamu Dengarkan

Sementara itu, Daniel Caesar dikenal melalui sentuhan alternative R&B dan soul yang hangat. Lagu-lagu seperti Best Part, Japanese Denim, dan Always mengandalkan aransemen gitar yang sederhana dipadukan dengan vokal yang penuh emosi. Di sisi lain, yungkai menawarkan musik bedroom pop yang minimalis dengan melodi lembut sehingga banyak lagunya terasa pas diputar ketika ingin menikmati waktu sendiri.

Kalau berbicara soal musik dengan atmosfer yang menenangkan, wave to earth menjadi salah satu nama yang hampir selalu masuk dalam daftar rekomendasi. Band asal Korea Selatan tersebut memadukan unsur indie rock, dream pop, jazz, dan lo-fi menjadi musik yang terdengar hangat sekaligus nostalgis. Lagu-lagu seperti seasons, love., atau bad bahkan sering dijadikan latar video bertema hujan, perjalanan malam, hingga momen-momen refleksi diri di media sosial.

Baca Juga: Mengintip Makna “Wonderwall”, Lagu yang Bergema Usai Timnas Inggris Taklukkan Norwegia di Piala Dunia

Meski berasal dari genre yang berbeda, lagu-lagu dari kelima musisi tersebut memiliki satu benang merah yang membuatnya terasa begitu cocok didengarkan saat me time. Aransemen yang sederhana, tempo yang cenderung pelan hingga sedang, serta vokal yang lembut membuat musik mereka tidak terasa "ramai" di telinga. Justru karena karakter tersebut, lagu-lagu mereka mampu menciptakan suasana yang hangat, tenang, dan intim tanpa mengganggu fokus pendengarnya.

Tak heran jika banyak orang memilih memutar lagu-lagu mereka saat belajar, mengerjakan tugas, bekerja lembur, berkendara di malam hari, menikmati secangkir kopi, atau sekadar menghabiskan waktu sendiri sebelum tidur. Musik dengan karakter seperti ini juga sering dijadikan background music karena mampu menemani aktivitas tanpa terasa mendominasi.

Fenomena tersebut ternyata juga didukung oleh penelitian mengenai psikologi musik. Musik dengan tempo sedang hingga lambat diketahui dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks karena iramanya mampu memengaruhi detak jantung dan ritme pernapasan. Ketika dipadukan dengan lirik yang personal serta aransemen yang minim distraksi, pendengar cenderung merasa lebih nyaman dan mudah larut dalam suasana yang diciptakan lagu.

Itulah mengapa lagu-lagu dari keshi, HYBS, Daniel Caesar, yungkai, hingga wave to earth begitu identik dengan momen me time. Bukan semata-mata karena sedang populer, tetapi karena karya-karya mereka mampu menghadirkan ruang untuk berhenti sejenak dari padatnya aktivitas sehari-hari. Jadi, jika malam ini kamu ingin menenangkan pikiran atau sekadar menikmati waktu sendiri, mungkin playlist berisi lagu-lagu mereka bisa menjadi teman yang tepat untuk menutup hari.

 

Editor : Kabun Triyatno
keshi wave to earth Playlist me time lagu