Punya Someone to Talk Itu Penting, Nggak Harus Pacar Kok!

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi Menyurahkan Keluh Kesah dengan Seseorang yang Dianggap Dekat. (Gambar: Pinterest)
Ilustrasi Menyurahkan Keluh Kesah dengan Seseorang yang Dianggap Dekat. (Gambar: Pinterest)

RADARSOLO.COM - Lagi capek banget sama hidup, pengen cerita tapi bingung harus menghubungi siapa? Rasanya kepala penuh, hati sesak, tapi nggak ada tempat buat meluapkan semuanya. Kalau pernah, mungkin ini saatnya kamu punya someone to talk.

Secara sederhana, someone to talk adalah seseorang yang bisa diajak mengobrol ketika kita sedang membutuhkan teman bicara. Bukan sekadar mendengarkan tetapi menjadi sosok yang bisa dipercaya untuk menerima keluh kesah, menjaga rahasia, dan menemani tanpa menghakimi. Kehadirannya sering kali menjadi tempat "berhenti sejenak" saat hidup terasa terlalu melelahkan.

Banyak orang mengira someone to talk haruslah seorang pacar. Padahal, anggapan itu tidak selalu benar. Someone to talk bisa saja sahabat, kakak, adik, orang tua, pasangan, atau bahkan seorang profesional seperti psikolog. Yang terpenting bukan siapa orangnya, melainkan apakah kita merasa aman, nyaman, dan didengarkan ketika berbicara dengannya.

Baca Juga: Mengenal Life Path, Benarkah Angka Tanggal Lahir Bisa Mengungkap Kepribadian?

Punya seseorang untuk diajak bercerita ternyata membawa banyak manfaat. Saat kita mengungkapkan apa yang dirasakan, beban pikiran sering kali terasa lebih ringan. Emosi yang semula dipendam juga tidak menumpuk hingga akhirnya meledak di kemudian hari. Terkadang kita memang tidak membutuhkan solusi yang rumit, melainkan hanya seseorang yang mau mendengarkan tanpa buru-buru menghakimi.

Selain itu, berbicara dengan orang lain juga dapat membantu menjernihkan pikiran. Ketika kita menceritakan suatu masalah, kita jadi lebih mudah melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda. Bahkan, orang lain bisa memberikan masukan atau solusi yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Manfaat lainnya yang sering luput disadari adalah orang-orang terdekat biasanya lebih mudah menyadari perubahan dalam diri kita. Mereka bisa melihat ketika kita mulai menarik diri, kehilangan semangat, atau terlihat tidak seperti biasanya. Dari situlah mereka dapat mengingatkan kita untuk beristirahat atau bahkan mendorong kita mencari bantuan profesional jika memang diperlukan.

Baca Juga: Awalnya Baik-Baik Saja, Kok Tiba-Tiba Ikut Galau? Ternyata Lagu Bisa Memengaruhi Perasaan Kita

Meski begitu, bukan berarti kita harus selalu memendam cerita sampai menemukan orang yang "sempurna". Membangun kepercayaan memang membutuhkan waktu. Mulailah dengan orang yang menurutmu paling bisa menjaga privasi dan membuatmu merasa nyaman. Sedikit demi sedikit, kamu akan menemukan bahwa berbagi cerita bukanlah tanda kelemahan, melainkan salah satu cara menjaga kesehatan mental.

 

Editor : Kabun Triyatno
someone to talk mengobrol teman bicara cerita