Emoji Juga Punya Tren, Lho! Kok Ada yang Mendadak Dipakai Semua Orang?

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:24 WIB
Ketahui bagaimana tren media sosial dan semantic change (perubahan makna) mengubah cara kita berekspresi di era digital.
Ketahui bagaimana tren media sosial dan semantic change (perubahan makna) mengubah cara kita berekspresi di era digital.

RADARSOLO.COM – Beberapa tahun lalu, emoji 😂 hampir selalu muncul di kolom komentar media sosial atau grup percakapan. Jika seseorang menganggap sesuatu lucu, emoji itulah yang paling sering dipilih. Namun, belakangan ini pemandangan tersebut mulai berubah. Kini, emoji seperti 😭, 💀, 🤡, atau 🔥 justru semakin sering berseliweran di TikTok, Instagram, hingga X.

Padahal, sebagian emoji tersebut bukanlah emoji baru. Lantas, mengapa ada emoji yang tiba-tiba menjadi viral dan dipakai hampir semua orang?

Ternyata, sama seperti bahasa gaul, penggunaan emoji juga mengikuti tren. Makna dan popularitas sebuah emoji dapat berubah seiring perkembangan budaya internet, terutama karena pengaruh media sosial dan komunitas penggunanya.

Baca Juga: "Sebentar" Itu Berapa Menit? Ternyata Jawabannya Bergantung pada Situasi

Salah satu contoh paling menarik adalah emoji 💀. Secara harfiah, emoji ini menggambarkan tengkorak yang identik dengan kematian.

Namun, di media sosial, maknanya bergeser jauh. Banyak pengguna, terutama Generasi Z, memakai 💀 untuk menunjukkan bahwa sesuatu sangat lucu hingga diibaratkan "tertawa sampai mati". Dalam banyak komentar, emoji ini bahkan menggantikan fungsi 😂 sebagai tanda tertawa.

Perubahan serupa juga terjadi pada emoji 😭. Awalnya, emoji ini digunakan untuk menunjukkan kesedihan atau tangisan.

Kini, maknanya jauh lebih luas. Emoji 😭 sering dipakai sebagai respons terhadap sesuatu yang sangat lucu, sangat mengharukan, bahkan ketika seseorang merasa kagum atau tidak tahu harus berkata apa. Artinya tidak lagi terbatas pada "sedang menangis".

Baca Juga: Ternyata Warna Bisa Memengaruhi Cara Kita Memandang Suatu Produk

Begitu pula dengan emoji 🤡. Jika sebelumnya hanya dimaknai sebagai gambar badut, kini emoji tersebut sering dipakai untuk menyindir diri sendiri setelah melakukan tindakan yang dianggap memalukan, mudah percaya, atau keliru mengambil keputusan.

Sementara itu, emoji 🔥 berkembang menjadi simbol bahwa sesuatu dianggap keren, luar biasa, atau sedang populer.

Fenomena ini menunjukkan bahwa emoji tidak memiliki makna yang benar-benar tetap. Sama seperti kata-kata dalam bahasa, makna emoji juga dapat berubah mengikuti cara masyarakat menggunakannya.

Dalam ilmu linguistik, perubahan seperti ini dikenal sebagai perubahan makna (semantic change), yaitu ketika makna suatu bentuk bahasa berkembang atau bergeser karena kebiasaan pemakainya.

Ahli semiotika Marcel Danesi dalam bukunya The Semiotics of Emoji menjelaskan bahwa emoji merupakan bagian dari sistem komunikasi visual yang maknanya dibentuk oleh penggunaan sosial.

Artinya, makna sebuah emoji tidak hanya berasal dari gambar itu sendiri, tetapi juga dari kebiasaan komunitas yang menggunakannya. Semakin sering sebuah makna baru dipakai dan dipahami bersama, semakin kuat pula makna tersebut melekat pada emoji itu.

Media sosial berperan besar dalam proses tersebut. Platform seperti TikTok, Instagram, dan X memungkinkan sebuah cara penggunaan emoji menyebar dengan sangat cepat.

Ketika kreator konten, figur publik, atau warganet mulai menggunakan emoji tertentu dengan makna baru, pengguna lain ikut menirunya. Dalam waktu singkat, penggunaan itu bisa menjadi tren dan dipahami oleh jutaan orang.

Meski demikian, tren emoji tidak selalu bertahan lama. Emoji yang populer beberapa tahun lalu bisa saja mulai jarang digunakan karena muncul simbol lain yang dianggap lebih mewakili cara berekspresi generasi berikutnya.

Fenomena ini mirip dengan bahasa gaul yang terus berganti dari waktu ke waktu. Kata atau simbol yang dahulu terasa kekinian perlahan digantikan oleh istilah baru yang lebih akrab di kalangan pengguna internet.

Karena itu, jangan heran jika emoji yang sering digunakan hari ini berbeda dengan beberapa tahun mendatang. Di balik gambar-gambar kecil pada keyboard ponsel, ternyata terdapat dinamika budaya yang terus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Emoji bukan sekadar pelengkap pesan, tetapi juga cerminan bagaimana cara manusia berkomunikasi, membangun makna, dan menciptakan tren baru di era digital.

Editor : Kabun Triyatno
emoji semantic media sosial tren