RADARSOLO.COM - "Nugas bareng, yuk?"
Kalimat sesederhana itu sekarang mulai terdengar lebih romantis daripada, "Mau makan malam bareng, nggak?" Setidaknya, itulah yang sedang ramai di kalangan Gen Z lewat tren study date.
Kalau biasanya kencan identik dengan nonton bioskop, makan di restoran, atau jalan-jalan ke mal, study date justru mengajak dua orang menghabiskan waktu sambil mengerjakan tugas, belajar buat ujian, atau sekadar duduk bersebelahan dengan laptop masing-masing. Kedengarannya memang biasa saja, tapi justru di situlah letak daya tariknya.
Banyak orang bahkan mulai bertanya-tanya, sebenarnya study date ini masih bisa disebut kencan, atau cuma belajar bareng yang dibumbui suasana romantis?
Baca Juga: Nggak Langsung Jatuh Cinta, Justru Ini yang Bikin Hubungan Slow Burn Terasa Spesial
Kalau dipikir-pikir, study date memang terdengar seperti konsep yang "Gen Z banget". Di tengah jadwal kuliah, kerja, magang, organisasi, sampai skripsi yang rasanya nggak ada habisnya, meluangkan waktu khusus untuk berkencan kadang bukan perkara mudah. Akhirnya, banyak anak muda memilih menggabungkan dua aktivitas sekaligus: tetap produktif, tapi tetap bisa ketemu orang yang disayang.
Yang bikin menarik, study date bukan tentang ngobrol tanpa henti. Malah, banyak yang menganggap momen paling nyaman adalah ketika dua orang sama-sama fokus mengerjakan tugasnya. Sesekali saling melirik, bertanya, "Udah selesai belum?", berbagi camilan, atau mengingatkan, "Istirahat dulu, yuk," sudah cukup bikin suasana terasa hangat.
Baca Juga: Mengenal Lucky Girl Syndrome, Tren yang Disebut Bisa Mengubah Cara Pandang Hidup
Di media sosial, video study date juga hampir selalu punya vibes yang sama. Meja penuh buku, laptop terbuka, segelas kopi atau matcha, playlist yang pelan, lalu dua orang yang sesekali saling senyum. Estetik? Iya. Tapi di balik estetikanya, banyak yang merasa konsep ini lebih realistis dibanding harus selalu pergi ke tempat mahal setiap kali ingin quality time.
Lucunya, nggak sedikit juga yang bercanda kalau study date sering gagal jadi sesi belajar. Niatnya mau mengerjakan lima halaman tugas, eh, yang selesai malah satu gelas kopi dan obrolan dua jam. Ada juga yang baru membuka laptop setelah foto-fotonya selesai diunggah ke Instagram atau TikTok.
Baca Juga: Bukan Cuma Romantis, 10 Lagu Ini Bikin Fase Kasmaran Makin Berkesan
Meski begitu, banyak orang tetap menyukai konsep ini karena ada rasa saling mendukung yang muncul secara alami. Menemani seseorang belajar, mengerjakan skripsi, atau mempersiapkan ujian bisa menjadi bentuk perhatian yang sederhana, tetapi bermakna. Tanpa disadari, kamu seperti sedang berkata, "Aku mau nemenin kamu sampai tugasmu selesai."
Menariknya lagi, study date sering memperlihatkan sisi asli seseorang. Kamu bisa melihat apakah dia mudah terdistraksi, disiplin mengatur waktu, sabar saat menghadapi soal yang sulit, atau justru lebih sering membuka media sosial daripada mengerjakan tugas. Hal-hal kecil seperti ini biasanya muncul secara alami tanpa dibuat-buat.
Jadi, study date itu sebenarnya kencan atau produktivitas berkedok romantis?
Jawabannya mungkin dua-duanya. Ada yang benar-benar ingin belajar, ada juga yang memang mencari alasan supaya bisa bertemu seseorang. Apa pun niatnya, tren ini menunjukkan satu hal: bagi banyak Gen Z, quality time nggak selalu harus diisi dengan aktivitas yang mewah. Kadang, duduk berdampingan, sama-sama mengejar target, lalu pulang dengan tugas yang selesai justru terasa jauh lebih berkesan daripada sekadar makan malam.
Siapa tahu, romantis versi sekarang memang bukan lagi soal bunga atau hadiah, melainkan seseorang yang rela menemani kamu menyelesaikan deadline.
Editor : Kabun Triyatno