RADARSOLO.COM - Pernah nggak sih kamu merasa punya satu teman yang rasanya lebih dari sekadar sahabat? Kalian mungkin jarang bertemu, tidak selalu mengobrol setiap hari, tetapi begitu bertemu, semuanya terasa kembali seperti semula. Orang ini tahu kebiasaanmu, mengerti saat kamu sedang tidak baik-baik saja, dan selalu menjadi tempat pulang tanpa perlu banyak penjelasan. Hubungan seperti ini sering disebut sebagai platonic soulmate.
Meski menggunakan kata soulmate, platonic soulmate sama sekali tidak berkaitan dengan hubungan romantis. Istilah ini merujuk pada seseorang yang memiliki ikatan emosional sangat kuat dengan kita, tetapi murni dalam bentuk persahabatan. Hubungan ini dibangun atas dasar rasa saling percaya, saling menghargai, dan kenyamanan yang tumbuh seiring waktu.
Baca Juga: Punya Someone to Talk Itu Penting, Nggak Harus Pacar Kok!
Berbeda dengan teman biasa, seorang platonic soulmate sering kali memahami kita tanpa harus banyak bicara. Mereka tahu kapan harus memberi nasihat, kapan cukup menjadi pendengar, bahkan kapan harus memberikan ruang. Sudah saling mengenal begitu lama membuat hubungan ini terasa lebih dalam dibandingkan pertemanan pada umumnya.
Salah satu ciri platonic soulmate adalah kamu bisa menjadi diri sendiri sepenuhnya tanpa takut dihakimi. Kamu tidak perlu berpura-pura terlihat sempurna atau selalu kuat. Justru saat menunjukkan sisi paling rapuh, mereka tetap memilih bertahan dan mendukungmu.
Baca Juga: Apa Itu Sound Colors? Mengenal White Noise, Pink Noise, hingga Brown Noise dalam Dunia Audio
Ciri lainnya adalah hubungan yang terasa seimbang. Tidak ada satu pihak yang terus-menerus berkorban atau selalu menjadi tempat bergantung. Keduanya saling hadir ketika dibutuhkan, tetapi juga menghargai kehidupan dan batasan masing-masing. Oleh karena itu, hubungan ini biasanya tidak dipenuhi rasa cemburu atau keinginan untuk saling mengendalikan.
Platonic soulmate juga tidak selalu diukur dari seberapa sering kalian bertemu atau bertukar pesan. Kesibukan, pekerjaan, maupun jarak bukanlah penghalang utama. Meskipun sempat kehilangan kontak selama beberapa waktu, hubungan tersebut tetap terasa hangat ketika kembali terjalin.
Baca Juga: Dari TTM hingga Situasionship, Begini Evolusi Istilah Hubungan yang Dipakai Anak Muda
Dalam psikologi, hubungan persahabatan yang berkualitas diketahui dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan mental. Memiliki seseorang yang bisa dipercaya untuk berbagi cerita dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan rasa memiliki, dan membuat seseorang lebih mampu menghadapi tekanan hidup. Karena itulah, banyak orang merasa sahabat dekatnya sudah seperti keluarga sendiri.
Meski begitu, penting untuk diingat bahwa tidak semua persahabatan harus menjadi platonic soulmate. Setiap hubungan memiliki bentuk dan kedalamannya masing-masing. Ada teman yang hadir untuk menemani masa sekolah, ada yang menjadi rekan kerja, dan ada pula yang tetap bertahan hingga bertahun-tahun. Semua hubungan tersebut tetap memiliki nilai yang sama berharganya.
Editor : Kabun Triyatno