RADARSOLO.COM - Libur panjang buat orang lain mungkin waktunya healing. Buat kamu? Waktunya tidur sampai puas. Kalau setiap akhir pekan kamu lebih semangat rebahan, nonton serial, atau main game daripada pergi ke luar rumah, tenang saja. Bukan berarti kamu malas, bisa jadi kamu memang seorang “homebody”.
Homebody adalah sebutan untuk seseorang yang lebih nyaman menghabiskan waktu di rumah dibandingkan pergi keluar. Mereka merasa rumah adalah tempat paling nyaman untuk mengisi ulang energi setelah menjalani rutinitas yang padat. Jadi, jangan langsung berpikir kalau homebody itu antisosial atau nggak suka bersosialisasi. Faktanya, banyak homebody yang tetap senang berkumpul dengan teman, hanya saja mereka lebih selektif dalam memilih aktivitas.
Di era media sosial seperti sekarang, sering kali muncul anggapan bahwa hari libur harus diisi dengan kegiatan yang seru. Mulai dari berburu kafe baru, staycation, naik gunung, sampai liburan ke luar kota. Rasanya, kalau tidak punya cerita untuk diunggah ke Instagram atau TikTok, akhir pekan jadi terasa kurang lengkap.
Baca Juga: Baru Lihat Orang Menguap, Kok Jadi Ikut? Ternyata Ini Penjelasan Ilmiahnya
Padahal, kenyataannya tidak semua orang menikmati liburan dengan cara yang sama. Ada yang merasa energinya kembali setelah jalan-jalan dan ada juga yang justru merasa lelah karena harus menghadapi kemacetan, keramaian, atau jadwal yang padat. Bagi seorang homebody, hari libur justru menjadi kesempatan untuk benar-benar beristirahat tanpa harus memikirkan agenda ke mana-mana.
Aktivitas yang dilakukan pun sebenarnya sederhana. Mulai dari tidur lebih lama, membaca buku, menonton film, memasak, mendengarkan musik, bermain game, hingga sekadar menikmati secangkir kopi di rumah. Hal-hal kecil seperti ini sudah cukup membuat mereka merasa bahagia dan siap menghadapi minggu berikutnya.
Baca Juga: Jangan Mudah Emosi di Kolom Komentar, Bisa Jadi Anda Sedang Terjebak Rage Bait
Pilihan untuk tetap di rumah juga berkaitan dengan konsep JOMO (Joy of Missing Out). Berbeda dengan FOMO (Fear of Missing Out) yang membuat seseorang takut ketinggalan tren atau acara, JOMO justru menggambarkan rasa senang karena memilih tidak ikut semua kegiatan. Orang dengan JOMO tidak merasa bersalah ketika menolak ajakan nongkrong atau melewatkan acara yang sedang ramai karena mereka tahu apa yang paling dibutuhkan adalah waktu untuk diri sendiri.
Baca Juga: Mengenal Halo Effect, Alasan Kita Mudah Terpikat pada Pandangan Pertama
Meski begitu, menjadi homebody berbeda dengan mengisolasi diri. Selama kamu masih menikmati aktivitas sehari-hari, tetap berinteraksi dengan orang lain, dan memilih berada di rumah karena merasa nyaman, kondisi ini sepenuhnya normal. Sebaliknya, jika kamu terus-menerus menarik diri dari lingkungan sekitar hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, hal tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah lain yang perlu diperhatikan.
Editor : Kabun Triyatno