RADARSOLO.COM – Di tengah gempuran makanan modern dan tren kuliner dari berbagai negara, sebuah umbi lokal justru sedang mencuri perhatian di TikTok. Bukan karena diolah dengan cara tradisional, melainkan karena disulap menjadi aneka hidangan kekinian yang mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya.
Lewat akun TikTok @black.sheep8208 yang kini memiliki lebih dari 71 ribu pengikut, seorang kreator membagikan berbagai resep berbahan dasar kimpul.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Aturan Hak Cipta untuk Era AI, Apa Dampaknya bagi Kreator?
Video-videonya menarik perhatian warganet karena menunjukkan bahwa umbi yang selama ini identik dengan makanan rumahan ternyata dapat menjadi pengganti kentang, ayam, bahkan kerupuk dalam berbagai menu populer.
Fenomena ini sekaligus mengingatkan kembali bahwa Indonesia memiliki banyak sumber pangan lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai alternatif selain beras maupun gandum.
Seblak hingga Makanan Korea
Salah satu kreasi yang paling menarik perhatian adalah seblak kimpul. Jika biasanya seblak menggunakan kerupuk sebagai sumber karbohidrat, kali ini irisan kimpul menjadi bahan utamanya. Isian lainnya tetap akrab di lidah masyarakat, seperti daun genjer, jamur, tahu, dan telur sehingga menghasilkan semangkuk seblak dengan cita rasa yang tetap khas, tetapi menghadirkan tekstur berbeda.
Baca Juga: Kenapa Musim Kemarau 2026 Terasa Berbeda? Ini Penjelasan BMKG
Tak hanya itu, kimpul juga diolah menjadi gamjajeon, hidangan khas Korea yang umumnya dibuat dari kentang parut. Pada versi ini, kentang diganti dengan kimpul sehingga menghasilkan tekstur yang sedikit lebih kenyal, tetapi tetap renyah di bagian luar setelah dimasak.
Dari Camilan hingga Hidangan Eropa
Kreativitas tidak berhenti di situ. Kimpul juga diubah menjadi cikuro, camilan yang biasanya dibuat dari ayam giling, dibentuk memanjang, dilapisi tepung panir, lalu disajikan dengan saus dan bubuk bumbu seperti jajanan yang banyak dijumpai di pusat perbelanjaan. Dalam versi kreator tersebut, bahan utama ayam diganti dengan kimpul.
Umbi lokal ini bahkan digunakan untuk membuat potato au gratin, hidangan khas Prancis yang umumnya terdiri atas irisan kentang yang dipanggang bersama susu, krim, dan keju hingga bagian atasnya berwarna keemasan. Pada kreasi ini, kentang diganti menggunakan kimpul tanpa menghilangkan karakter lembut dan gurih dari hidangan tersebut.
Menu lain yang tak kalah unik adalah arancini, makanan khas Italia berupa bola-bola yang biasanya dibuat dari nasi risotto, diisi keju atau isian lain, kemudian dilapisi tepung roti dan digoreng. Dalam versi kreatif tersebut, risotto diganti menggunakan kimpul sehingga menghasilkan camilan dengan sentuhan lokal.
Lebih dari Sekadar Viral
Di balik viralnya berbagai resep tersebut, ada pesan yang lebih besar. Kimpul merupakan salah satu umbi lokal yang telah lama tumbuh di berbagai daerah di Indonesia dan mengandung karbohidrat sehingga dapat menjadi salah satu alternatif sumber pangan.
Namun, pemanfaatannya masih relatif terbatas dibandingkan singkong, ubi jalar, atau kentang. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa kimpul memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi aneka produk pangan modern agar lebih diminati masyarakat.
Kreativitas mengolah kimpul menjadi makanan yang akrab bagi generasi muda menunjukkan bahwa diversifikasi pangan tidak selalu harus dimulai dari inovasi teknologi yang rumit. Menghadirkan bahan pangan lokal dalam bentuk yang lebih menarik juga dapat menjadi cara untuk mengenalkan kembali kekayaan pangan Indonesia.
Siapa sangka, umbi yang dulu lebih sering direbus atau dikukus itu kini justru tampil sebagai bahan utama seblak, makanan Korea, hingga hidangan khas Eropa. Media sosial pun membuktikan bahwa pangan lokal bisa kembali populer ketika dikemas dengan ide yang kreatif.
Editor : Kabun Triyatno