Kapan Kuliner Nusantara Bisa Punya Emoji Sendiri di Keyboard?

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 12:27 WIB
Sushi & taco punya emoji di HP, tapi rendang dan tempe belum ada. Simak alasan di balik syarat Unicode Consortium & peluang kuliner Nusantara punya emoji sendiri untuk diplomasi budaya digital.
Sushi & taco punya emoji di HP, tapi rendang dan tempe belum ada. Simak alasan di balik syarat Unicode Consortium & peluang kuliner Nusantara punya emoji sendiri untuk diplomasi budaya digital.

RADARSOLO.COM – Coba buka papan emoji di ponselmu. Di sana ada emoji sushi, ramen, taco, burrito, hingga falafel. Namun, satu hal mungkin terasa janggal bagi orang Indonesia. Di antara ratusan emoji makanan, belum ada satu pun yang mewakili kuliner khas Nusantara seperti rendang, sate, tempe, atau nasi goreng.

Padahal, rendang pernah dinobatkan sebagai salah satu makanan terenak di dunia, sementara tempe semakin dikenal sebagai pangan berbasis nabati yang mendunia. Lantas, mengapa makanan Indonesia belum hadir dalam bentuk emoji?

Baca Juga: Bahasa Jawa Punya Kata-Kata yang "Pas Banget" untuk Kehidupan Sehari-hari

Emoji Tidak Ditentukan oleh Apple atau Google

Banyak orang mengira emoji dibuat oleh Apple, Google, atau Samsung. Padahal, perusahaan-perusahaan tersebut hanya mendesain tampilan visualnya agar sesuai dengan identitas masing-masing sistem operasi.

Standar emoji yang digunakan di seluruh dunia ditetapkan oleh Unicode Consortium, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di California, Amerika Serikat. 

Menariknya, Unicode Consortium tidak memilih emoji secara sepihak. Siapa pun, baik individu, komunitas, organisasi, bahkan pemerintah, dapat mengajukan usulan emoji baru melalui proposal resmi.

Baca Juga: Perantau di Solo Jangan Sampai Salah Paham! Empat Kosakata Bahasa Jawa Ini Berubah Makna Saat Diulang

Tidak Cukup Populer, Ada Syarat yang Harus Dipenuhi

Meski terbuka untuk umum, tidak semua usulan akan diterima. Unicode memiliki sejumlah kriteria yang cukup ketat.

Pengusul perlu menyertakan data pendukung, seperti tren pencarian internet, frekuensi penggunaan kata di media sosial, hingga bukti bahwa objek tersebut memiliki daya tarik secara global.

Selain itu, emoji juga harus memiliki bentuk yang mudah dikenali meskipun ditampilkan dalam ukuran sangat kecil. Inilah yang menjadi tantangan bagi sebagian makanan tradisional.

Baca Juga: National Girlfriend Day: Uniknya Kata "Sayang" dalam Bahasa Indonesia, Bisa Berarti Cinta dan Penyesalan

Misalnya, sushi memiliki bentuk yang khas sehingga tetap mudah dikenali dalam ukuran beberapa piksel. Sebaliknya, rendang mungkin hanya terlihat seperti potongan daging berwarna cokelat jika divisualisasikan secara sederhana. Tantangan serupa juga dapat muncul pada makanan lain yang tampilannya kurang memiliki ciri visual yang kuat.

Boba Pernah Berhasil, Mengapa Indonesia Tidak?

Kehadiran emoji bubble tea menjadi bukti bahwa komunitas dapat memperjuangkan representasi budayanya di papan emoji dunia. Emoji tersebut diajukan melalui proposal resmi pada 2018 dengan menyertakan berbagai data mengenai popularitas minuman tersebut di berbagai negara. Setelah melalui proses penilaian, emoji bubble tea akhirnya resmi masuk ke standar Unicode pada 2020.

Artinya, peluang makanan Indonesia untuk memiliki emoji sebenarnya tetap terbuka. Hingga kini, belum ada emoji kuliner Nusantara yang disetujui, salah satunya karena belum ada proposal yang memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan Unicode atau usulan tersebut belum memiliki prioritas dibanding kandidat lain.

Bukan Sekadar Gambar, tetapi Representasi Budaya

Emoji mungkin terlihat sederhana, tetapi keberadaannya memiliki makna yang lebih luas. Simbol-simbol kecil ini digunakan jutaan orang setiap hari untuk berkomunikasi, sehingga turut membentuk representasi budaya di ruang digital.

Kehadiran emoji rendang, sate, tempe, atau nasi goreng bukan hanya akan memudahkan orang mengekspresikan makanan favoritnya. Lebih dari itu, emoji juga dapat menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia di era digital.

Siapa tahu, suatu hari nanti saat membuka papan emoji, kita tak hanya menemukan sushi atau taco, tetapi juga emoji rendang atau tempe yang bisa dikirim ke teman di seluruh dunia. Semua itu bisa dimulai dari satu hal sederhana: proposal yang kuat, didukung data, dan mampu menunjukkan bahwa kuliner Indonesia layak mendapat tempat di keyboard dunia.

Editor : Kabun Triyatno
emoji unicode nusantara kuliner internet