RADARSOLO.COM – Pernah sadar kalau kita lebih sering mengatakan mager daripada "malas bergerak", atau memilih menyebut seseorang bucin ketimbang "budak cinta"? Begitu juga dengan bukber, nobar, hingga gabut yang rasanya sudah menjadi bagian dari percakapan sehari-hari.
Menariknya, kata-kata tersebut bukan sekadar bahasa gaul biasa. Dalam linguistik, kata seperti baper, mager, atau curcol termasuk akronim, yaitu kata yang dibentuk dari penggalan beberapa kata hingga menjadi satu kata baru yang mudah diucapkan.
Banyak di antaranya lahir dari budaya internet, forum daring, aplikasi pesan instan, hingga media sosial. Karena terus digunakan, beberapa bahkan terasa lebih akrab daripada bentuk lengkapnya.
Baca Juga: Tom Holland Buka Peluang Kembali Jadi Spider-Man, Akui Masih Antusias Perankan Peter Parker
Berikut 10 akronim yang mungkin masih sering kamu pakai sampai sekarang.
1. Baper
Baper merupakan kependekan dari bawa perasaan. Istilah ini mulai ramai digunakan di media sosial untuk menyebut seseorang yang dianggap terlalu sensitif atau memasukkan segala hal ke hati. Kini, kata ini bahkan sudah dipahami lintas generasi.
2. Mager
Kalau sedang tidak ingin bangun dari tempat tidur atau enggan keluar rumah, kata mager mungkin langsung terucap. Akronim dari malas gerak ini menjadi salah satu kosakata yang paling sering digunakan anak muda, terutama sejak media sosial dipenuhi meme tentang rasa malas.
Baca Juga: Mau Nonton Spider-Man: Brand New Day? Tonton Film Ini Dulu Biar Alurnya Lebih Nyambung
3. Gabut
Awalnya, gabut merupakan singkatan dari gaji buta, yaitu menerima gaji tanpa bekerja. Namun, maknanya mengalami pergeseran. Kini, gabut lebih sering digunakan untuk menggambarkan kondisi sedang bosan atau tidak memiliki kegiatan.
4. Bucin
Bucin atau budak cinta menjadi populer berkat meme dan media sosial. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang rela melakukan apa saja demi pasangan atau orang yang disukainya.
5. Japri
Sebelum WhatsApp menjadi aplikasi utama, istilah japri sudah lebih dulu populer pada era BlackBerry Messenger (BBM). Akronim dari jalur pribadi ini masih sering dipakai ketika seseorang ingin melanjutkan percakapan melalui pesan pribadi.
6. Curcol
Kalau seseorang tiba-tiba bercerita panjang lebar di tengah obrolan, tidak sedikit yang akan berkata, "Eh, jadi curcol, nih." Curcol merupakan singkatan dari curhat colongan, yang awalnya merujuk pada curahan hati yang "diselipkan" di sela pembicaraan.
7. Pansos
Media sosial juga mempopulerkan istilah pansos atau panjat sosial. Kata ini biasanya ditujukan kepada seseorang yang dianggap mencari perhatian atau popularitas dengan memanfaatkan orang lain atau isu yang sedang ramai diperbincangkan.
8. Gaje
Sudah ada sejak era SMS, gaje berasal dari ungkapan enggak jelas. Hingga kini, kata tersebut masih sering digunakan untuk menggambarkan situasi, cerita, atau tingkah laku yang membingungkan.
9. Nobar
Saat ada pertandingan sepak bola, konser, atau film yang dinantikan, ajakan nobar sering bermunculan. Akronim dari nonton bareng ini menunjukkan bahwa bahasa juga berkembang mengikuti kebiasaan masyarakat.
10. Bukber
Setiap Ramadan, kata bukber hampir pasti kembali ramai digunakan. Singkatan dari buka bersama ini bukan hanya menjadi penanda kegiatan makan bersama saat berbuka puasa, tetapi juga identik dengan momen reuni bersama teman sekolah, kuliah, atau rekan kerja.
Bahasa Terus Berkembang
Kemunculan kata-kata seperti baper, mager, atau bukber menunjukkan bahwa bahasa selalu mengikuti perkembangan masyarakat. Di era internet dan media sosial, akronim menjadi salah satu cara agar komunikasi terasa lebih cepat, ringkas, dan akrab.
Menariknya, banyak akronim yang awalnya hanya digunakan di kalangan tertentu kini sudah masuk ke percakapan sehari-hari. Bahkan, beberapa orang lebih sering mengucapkan bentuk singkatnya daripada kepanjangannya.
Kalau dipikir-pikir, mungkin tanpa sadar kita sudah memakai salah satu, atau bahkan semua, kata-kata itu hampir setiap hari.
Editor : Kabun Triyatno