RADARSOLO.COM - Wisuda sering dianggap sebagai tanda bahwa perjalanan kuliah seseorang akhirnya benar-benar selesai. Karena itu, ketika ada mahasiswa yang memilih untuk tidak mengikuti wisuda sesuai jadwal, muncul anggapan bahwa mereka belum lulus atau masih memiliki urusan akademik yang belum selesai.
Padahal, ada kondisi yang disebut graduation deferral atau penundaan wisuda. Istilah ini merujuk pada keputusan untuk menunda keikutsertaan dalam acara wisuda ke periode berikutnya. Hal yang perlu digarisbawahi, penundaan acara wisuda tidak selalu berarti status kelulusan seseorang ikut tertunda.
Dalam beberapa kondisi, mahasiswa sebenarnya sudah dinyatakan lulus secara akademik, tetapi memilih atau perlu mengikuti upacara wisuda pada periode berikutnya. Alasannya pun beragam, mulai dari masalah kesehatan, keadaan pribadi atau keluarga, bentrok jadwal, hingga kendala administrasi dan dokumen akademik.
Baca Juga: World Wide Web Day: Apa Jadinya Kalau Web Hilang Sehari?
Ada pula mahasiswa yang sengaja menunda wisuda karena ingin menggabungkan momen tersebut dengan pencapaian pendidikan lainnya. Misalnya, mereka ingin menyelesaikan kualifikasi atau gelar lain terlebih dahulu sehingga dapat merayakan beberapa pencapaian sekaligus.
Menunda wisuda juga bisa menjadi pilihan bagi mahasiswa yang tidak dapat hadir pada tanggal yang sudah ditentukan kampus. Daripada melewatkan upacara begitu saja, mereka dapat mengajukan penundaan untuk mengikuti wisuda pada periode berikutnya, tentunya sesuai dengan aturan universitas masing-masing.
Meski terdengar sederhana, keputusan ini tetap perlu dipertimbangkan dengan matang. Salah satu hal terpenting adalah memastikan status dokumen akademik. Setiap kampus memiliki kebijakan yang berbeda. Ada universitas yang tetap memberikan ijazah atau dokumen kelulusan meskipun mahasiswa belum mengikuti upacara wisuda. Namun, ada pula kampus yang baru menyerahkan dokumen tertentu setelah mahasiswa mengikuti proses wisuda.
Baca Juga: Punya Standar Tinggi Itu Salah? Ini Bedanya Standar dan Ekspektasi Berlebihan
Hal tersebut menjadi penting terutama bagi lulusan yang sedang mencari pekerjaan atau ingin mendaftar beasiswa. Jika dokumen seperti ijazah atau transkrip resmi masih ditahan sampai periode wisuda berikutnya, proses administrasi untuk kebutuhan tersebut bisa ikut terdampak.
Selain persoalan dokumen, ada pula sisi lain yang perlu dipikirkan. Menunda wisuda berarti mungkin harus melewatkan kesempatan untuk merayakan kelulusan bersama teman-teman satu angkatan. Momen yang sudah dipersiapkan selama bertahun-tahun tentu memiliki nilai emosional tersendiri bagi sebagian orang.
Di sisi lain, graduation deferral juga bisa memberikan fleksibilitas. Mahasiswa yang sedang menghadapi persoalan kesehatan, keluarga, pekerjaan, atau keadaan darurat dapat memiliki waktu tambahan untuk mempersiapkan diri. Bahkan bagi sebagian orang, menunda wisuda memungkinkan mereka lebih fokus menyelesaikan pekerjaan atau memulai karier tanpa harus terburu-buru mengikuti rangkaian persiapan seremoni.
Persoalan biaya juga tidak boleh dilupakan. Beberapa kampus mungkin memiliki biaya administrasi tertentu untuk pemindahan jadwal wisuda. Karena itu, mahasiswa perlu mengecek ketentuan universitas sebelum mengajukan penundaan.
Editor : Kabun Triyatno