RADARSOLO.COM - Dunia percintaan anak muda kembali diramaikan dengan istilah baru. Setelah ghosting, breadcrumbing, hingga situationship, kini muncul tren kencan bernama wildflowering yang mulai banyak diperbincangkan di kalangan Gen Z.
Sesuai namanya, wildflowering terinspirasi dari bunga liar (wildflowers) yang tumbuh bebas di alam tanpa harus dipaksa mengikuti aturan tertentu. Dalam hubungan asmara, konsep ini menggambarkan hubungan yang berkembang secara alami tanpa tekanan untuk segera memberi label, menentukan status, atau membicarakan masa depan sejak awal.
Berbeda dengan anggapan bahwa hubungan harus memiliki kejelasan setelah beberapa kali bertemu, pelaku wildflowering memilih menikmati proses saling mengenal tanpa diburu pertanyaan seperti "kita ini sebenarnya apa?" atau "hubungan ini mau dibawa ke mana?".
Baca Juga: Dari TTM hingga Situasionship, Begini Evolusi Istilah Hubungan yang Dipakai Anak Muda
Tren ini muncul sebagai respons atas kelelahan yang dirasakan banyak anak muda terhadap dunia kencan modern. Kehadiran aplikasi kencan, komunikasi lewat pesan instan, hingga budaya media sosial membuat proses mencari pasangan terasa semakin rumit. Tidak sedikit yang merasa lelah harus menafsirkan setiap pesan, menghadapi ghosting, atau terjebak dalam hubungan tanpa kepastian.
Wildflowering menawarkan pendekatan yang lebih santai. Fokusnya bukan pada target menikah atau komitmen dalam waktu tertentu, melainkan menikmati kebersamaan dan membangun hubungan secara perlahan sesuai kenyamanan kedua belah pihak.
Baca Juga: Bukan Cuma Buat Kunci, Gantungan Kunci Kini Jadi Aksesori Favorit Gen Z
Dalam praktiknya, seseorang yang menerapkan wildflowering juga cenderung tidak membawa daftar panjang kriteria pasangan ideal. Mereka lebih memilih mengenal karakter seseorang secara alami dibanding langsung menilai apakah orang tersebut cocok menjadi pasangan jangka panjang.
Selain itu, hubungan tetap memberi ruang bagi masing-masing individu untuk berkembang. Pasangan tidak dituntut selalu bersama atau harus mengorbankan minat dan kehidupan pribadinya demi hubungan yang sedang dijalani.
Baca Juga: Nggak Langsung Jatuh Cinta, Justru Ini yang Bikin Hubungan Slow Burn Terasa Spesial
Meski terdengar lebih santai, bukan berarti wildflowering bebas dari risiko. Jika tidak disertai komunikasi yang terbuka, konsep "mengalir saja" justru bisa menimbulkan kesalahpahaman. Salah satu pihak mungkin menganggap hubungan tersebut sedang menuju komitmen, sementara pihak lain hanya ingin menikmati masa perkenalan tanpa rencana lebih jauh.
Tidak sedikit pula yang khawatir tren ini bisa dijadikan alasan untuk terus menghindari komitmen. Hubungan yang berjalan terlalu lama tanpa kejelasan berpotensi membuat salah satu pihak merasa digantung, apalagi jika sejak awal tujuan masing-masing tidak pernah dibicarakan.
Oleh karena itu, para pakar hubungan menilai komunikasi tetap menjadi kunci utama. Menikmati hubungan secara alami bukan berarti menghindari percakapan penting. Sebaliknya, kedua belah pihak tetap perlu menyampaikan harapan dan batasan masing-masing agar tidak muncul ekspektasi yang berbeda.
Editor : Kabun Triyatno