Kamera HP Makin Canggih, Kenapa Kamera Digital Jadul Malah Kembali Dicari?

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 08:37 WIB
Kamera digital jadul kembali diminati Gen Z karena menawarkan hasil foto retro yang khas dan bernuansa nostalgia Y2K.
Kamera digital jadul kembali diminati Gen Z karena menawarkan hasil foto retro yang khas dan bernuansa nostalgia Y2K.

RADARSOLO.COM – Kamera ponsel saat ini semakin canggih. Foto malam hari bisa dibuat lebih terang, wajah dapat diproses secara otomatis, bahkan teknologi kecerdasan buatan mampu membantu menghasilkan gambar yang semakin tajam. Namun, di tengah perkembangan tersebut, kamera digital saku keluaran lama justru kembali menarik perhatian anak muda.

Kamera yang dulu dianggap ketinggalan zaman kini mulai dicari kembali. Di media sosial, foto-foto yang diambil menggunakan digicam lawas bermunculan dengan karakter gambar yang khas. Fenomena ini bahkan menjadi bagian dari tren fotografi yang kembali diminati Gen Z.

Lantas, mengapa kamera yang kualitasnya secara teknis kalah dari kamera ponsel justru kembali populer?

Baca Juga: Selain Merah Putih, Kenapa Bulan Agustus Selalu Identik dengan Umbul-Umbul?

Bukan Soal Kualitas Sempurna

Salah satu daya tarik utama kamera digital lawas adalah hasil fotonya yang berbeda dari kamera ponsel modern.

Foto dari kamera saku era 2000-an sering menghasilkan gambar dengan warna yang khas, pencahayaan flash yang kuat, sedikit grain, atau bahkan tampak agak buram. Hal-hal yang dahulu dianggap sebagai kekurangan justru kini menjadi bagian dari daya tariknya.

Kamera digital lawas kembali diminati Gen Z karena mampu memberikan nuansa retro dan autentik yang sulit diperoleh dari kamera ponsel modern. Karakter visual tersebut juga dianggap cocok dengan tren estetika Y2K yang kembali populer.

Baca Juga: Kapan Kuliner Nusantara Bisa Punya Emoji Sendiri di Keyboard?

Dengan kata lain, pengguna tidak selalu mencari foto yang paling tajam atau paling bersih. Mereka justru mencari foto yang memiliki karakter.

Ada Unsur Nostalgia

Kebangkitan digicam juga tidak bisa dilepaskan dari nostalgia terhadap era 2000-an.

Bagi sebagian orang yang mengalami masa tersebut, kamera digital mengingatkan pada masa ketika foto-foto keluarga, pesta, liburan, atau pertemuan bersama teman diabadikan menggunakan kamera saku.

Sementara bagi generasi yang lahir setelah era tersebut, kamera digital lawas justru memberikan pengalaman yang terasa baru. Mereka mengenal teknologi itu sebagai benda dari masa lalu yang kemudian kembali ditemukan melalui media sosial.

Foto yang Tidak Terlalu Sempurna

Ada hal lain yang membuat digicam terasa menarik: hasil fotonya tidak selalu sempurna.

Kamera ponsel modern menggunakan berbagai teknologi pemrosesan untuk menghasilkan gambar yang lebih terang, tajam, dan seimbang. Sebaliknya, kamera digital lawas memiliki keterbatasan yang membuat hasil akhirnya lebih sulit diprediksi.

Flash yang terlalu terang, bayangan yang kuat, atau objek yang sedikit kabur justru dapat memberikan kesan spontan pada foto.

Bagi sebagian pengguna, ketidaksempurnaan tersebut membuat foto terasa lebih natural dan berbeda dari gambar yang sudah melalui banyak pemrosesan.

Baca Juga: Brain Rot Ramai di Media Sosial, Benarkah Otak Bisa 'Membusuk' karena Konten?

Dari Barang Lama Menjadi Barang Buruan

Popularitas tersebut turut mengubah posisi kamera digital lawas. Barang yang dahulu mudah ditemukan dengan harga murah kini mulai diburu di pasar barang bekas.

Di beberapa pasar, kamera dengan sensor CCD yang pernah digunakan pada kamera digital lama bahkan mengalami kenaikan harga karena meningkatnya permintaan. Digital Camera World pernah melaporkan bahwa kamera CCD lawas yang sebelumnya dapat ditemukan dengan harga sangat rendah mulai dijual kembali dengan harga jauh lebih tinggi seiring gelombang nostalgia.

Fenomena ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak selalu membuat teknologi lama kehilangan nilai. Ketika sesuatu yang dianggap usang menawarkan pengalaman dan karakter yang berbeda, benda tersebut dapat kembali menemukan tempatnya.

Pada akhirnya, kembalinya kamera digital lawas bukan berarti kamera ponsel modern sudah tidak menarik. Justru, di tengah teknologi yang semakin sempurna, sebagian anak muda menemukan kesenangan dari sesuatu yang lebih sederhana.

Kamera digital jadul mungkin tidak mampu menghasilkan gambar setajam ponsel terbaru. Namun, justru ketidaksempurnaan itulah yang membuat hasil fotonya terasa berbeda dan kini kembali dicari. (inayah choirunisa)

Editor : Kabun Triyatno
inayah choirunisa Gen Z foto digital kamera